Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota mengajak para akademisi dan Organisasi Kemasyarakatan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya. Mulai dari perguruan tinggi, Majelis Ulama Indonesia, Nahdatul Ulama hingga Dewan Masjid akan diajak berkoordinasi.
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, bahwa koordinasi ini akan dilakukan pada Rabu, (22/6/2022). Mereka akan membuat sejumlah imbauan termasuk membuat kebijakan terkait kelayakan hewan ternak seperti sapi untuk di kurbankan di tengah penyebaran wabah PMK.
“Untuk PMK dari dinas peternakan, MUI termasuk universitas kita akan melaksanakan rapat koordinasi artinya kita harus mengkaji hewan ternak ini layak atau tidak untuk di kurbankan. Bagi orang yang sudah punya niat tetapi ternyata saat hewan sudah dibeli diserahkan mengalami penyakit ini yang akan kita bahas bersama NU, Muhammadiyah, MUI dan lainnya,” kata perwira yang akrab disapa Buher ini, Selasa, (21/6/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”polresta-malang”]
Buher menuturkan bahwa rapat koordinasi ini untuk menentukan solusi bagi masyarakat yang berniat berkurban maupun peternak penjual hewan kurban. Sebab, mulai ada beberapa tempat ibadah yang meniadakan penyembelihan akibat wabah PMK.
“Termasuk apa solusinya bagi masyarakat dan peternak hewan. Apalagi kalau kita lihat klausul harus cukup umur, dalam kondisi sehat. Dalam situasi PMK ini kita harus melakukan rakor. Ini juga ada dewan masjid dan kementerian agama kita sehingga apa akan dikeluarkan seperti fatwa atau imbauan besok akan di putuskan,” papar Buher.
Selama ini Polresta Malang Kota, TNI dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang rutin melakukan pengecekan hewan ternak di perbatasan. Sebab, selama ini hewan ternak yang ada di Kota Malang mayoritas berasal dari luar daerah.
“Polri dan TNI termasuk Dinas Peternakan sudah melaksanakan. Mengontrol titik penjualan, RPH kita lakukan pemantauan lalu lintas hewan kurban. Karena Kota Malang hewan ini berasal dari luar kota dan wilayah sekeliling Kota Malang,” tandasnya. (luc/kun)






