Lamongan (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang, salah satu komoditas sembako mengalami kenaikan harga, yakni cabai rawit. Harga di pasaran sebelumnya berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram. Lalu saat ini harga merangkak naik menjadi Rp 45 ribu hingga Rp 50 – 60 ribu.
“Iya mas, cabai rawit terlihat merangkak naik, kali ini berkisar di harga Rp 50 ribu per kilogram, hari sebelumnya sempat ada yang jual Rp 60 ribu,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Muhammad Zamroni, Kamis (1/7/2021).
Menurut Zamroni, bahwa harga cabai rawit mulai merangkak naik sejak pekan lalu. Meski hanya sepekan, kenaikan harganya terbilang cukup drastis.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cabai”]
Lebih lanjut, Zamroni menyampaikan, kenaikan harga cabai rawit ini kemungkinan disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan menyebabkan sebagian besar petani mengalami gagal panen. Meski naik drastis, tambah Zamroni, harga Rp 50 ribu di pasaran masih terbilang aman.
“Angka Rp 50 ribu itu masih relatif aman. info dari petani karena ada perubahan cuaca ke musim hujan, jadi cabai banyak gagal panen terutama di daerah penghasil cabai,” terangnya.
Menanggapi hal itu, Zamroni mengaku telah mengamankan stok kebutuhan pokok dan sembako jelang Idul Adha, hal tersebut sebagai skenario pengendalian harga pangan di pasaran. “Persediaan sembako masih aman mas, apalagi sebagian besar wilayah Lamongan juga mulai panen,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari daftar kebutuhan pokok di tingkat eceran pada 4 kecamatan di Kabupaten Lamongan per tanggal 1 Juni 2021 dapat diketahui di pasar Sidoharjo, pasar Babat, dan pasar Mantup harga cabai rawit Rp 50 ribu. Sedangkan di Pasar Blimbing Paciran harga cabai rawit Rp 45 ribu.
Pada kesempatan yang sama, harga kebutuhan bahan pokok per tanggal yang sama, komoditi selain cabai terpantau stabil dan terkendali. Meski mengalami kenaikan dan penurunan harga, hal tersebut tidak nampak signifikan.[riq/kun]






