Blitar (beritajatim.com) – Momen Hari Natal membawa berkah tersendiri bagi perajin pernak pernik. Salah satunya yang kecipratan keuntungan itu adalah perajin buket atau karangan bunga di Kota Blitar.
Seperti yang dialami Kheni Juarida perajin buket asal Jalan Dieng Gang 4 Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Kheni mengaku kebanjiran pesanan menjelang perayaan Natal tahun ini. Mulai akhir November hingga awal Desember ini, sudah ada 20 pesanan buket bertema Natal.
“Menjelang Natal, pesanan buket selalu ramai. Sekarang sudah ada 20 pesanan yang masuk. Lima di antaranya pesanan bahkan dari pelanggan di Kalimantan,” kata Kheni Juarida, pemilik kerajinan Kusuma Bouquet, Sabtu (3/12/2022).
Menurut perempuan 25 tahun itu, mayoritas pesanan buket yang diterima selama beberapa pekan terakhir ini bertemakan Natal. Mayoritas konsumen meminta dibuatkan buket makanan yang dihiasi dengan berbagai ornamen Natal seperti miniatur patung sinterklas, pohon cemara, hingga lonceng serta salju buatan. “Mayoritas konsumen pesan buket makanan dengan hiasan miniatur pohon cemara, sinterklas ” imbuhnya.
Ibu satu anak tersebut bersyukur karena di momen ini ia bisa meruap keuntungan hingga jutaan rupiah dari pesanan buket Natal. Kini perempuan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) itu tengah mengebut pembuatan pernik tersebut. “Kalau omzet dalam sekali momen Natal gini biasanya bisa sampai Rp 15 juta,” jelasnya
Untuk mengerjakan satu buah buket Natal, perempuan 25 tahun itu hanya memerlukan waktu kurang dari satu jam. Terampilnya tangan Kheni membuat pengerjaan buket Natal yang rumit terlihat mudah dan cepat. Menurut Kheni, awalnya kerajinan buket ini hanya sebagai hobi semata untuk mengisi waktu luang saat pulang kerja dari kantor desa.
Namun siapa sangka dari yang awalnya cuma sebagai hobi, buket buatannya kini justru banyak diminati masyarakat. “Awalnya dulu itu cuma hobi, buat iseng-isengan kan dulu masih kerja di kantor desa, tapi Alhamdulillah seiring berjalannya waktu banyak yang suka dan kini jadi ditekuni,” paparnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”hari-natal”]
Diawal usahanya Kheni Juarida hanya bermodalkan uang Rp 300 ribu. Uang tersebut ia gunakan untuk membeli sejumlah bahan baku untuk kemudian dirakit dan disusun menjadi buket yang menarik. Khusus untuk buket Natal ini, Kheni sengaja menambahkan sejumlah ornamen khas Natal untuk menarik minat pelanggan.
Ornamen seperti miniatur patung sinterklas dan pohon cemara itu didatangkan khusus dari sejumlah distributor yang berada di Kota Malang. “Awalnya dulu cuma modal 300 ribu rupiah, tapi Alhamdulillah kini kalau ada momen-momen seperti ini pendapatan dari usaha ini bisa mencapai 15 juta rupiah,” jelas Kheni.
Harga buket hasil karya Kheni dijual sesuai kantung konsumen. Kheni hanya memberikan batasan harga yang paling rendah yakni Rp 15 ribu. Di Kusuma Bouquet ini para konsumen juga disilahkan mendesain dan menentukan isi dari buket yang dipesannya. Baiknya kualitas buket yang dihasilkan oleh ibu satu anak ini membuat produksi banyak diburu warga.
Bahkan dari 20 pesanan buket Natal yang telah ia terima, lima di antaranya berasal dari luar pulau Jawa. Nah, bagi anda yang belum memiliki pandangan soal kado Natal, buket karya Kheni Juarida mungkin bisa jadi salah satu pilihan yang tepat untuk memberikan bingkisan berkesan kepada orang terkasih di Hari Raya Natal 2022. [owi/suf]






