Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang bulan puasa yang tinggal hitungan hari, harga daging ayam di Kabupaten Ponorogo mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di Pasar Legi, harga daging ayam dihargai Rp40 ribu per kilogramnya. Padahal sebelumnya harganya dikisaran Rp32 ribu per kilogram. Kebaikan yang tinggi ini, sudah terjadi sejak 3 hari yang lalu.
“Naiknya 3 hari ini, harganya Rp40 ribu per kilogram. Padahal dulu harganya stabil, paling tinggi Rp32 ribu,” katakata Harminingsih, salah satu pedagang ayam di Pasar Legi Ponorogo, Kamis (07/03/2024).
Dari hari pemilihan umum (Pemilu) harga daging ayam sudah mengalami kenaikan. Namun, saat ini kenaikan diangka Rp500 hingga Rp1.000. Nah, untuk kali ini naiknya signifikan. Beredar kabar di sekitar pasar, bahwa harganya masih akan naik lagi. “Biasanya jelang puasa ini memang ada kenaikan harga. Namun, juga tidak setinggi ini naiknya,” katanya.
Dengan kenaikan yang cukup tinggi, Harmini sapaan Harminingsih mengeluh jualannya menjadi sepi. Dia pun juga tidak terlalu banyak menyetok daging ayamnya. Ia hanya melayani pelanggannya saja, yang biasa untuk mi ayam atau ayam goreng. Jika ada pembeli untuk dikonsumsi sendiri, dirinya baru akan melakukan pemotongan daging ayam tersebut. “Dulu saat harga stabil dikisaran harga Rp30 ribu bisa habis sebanyak 20 ekor. Saat ini, bawa 10 ekor saja tidak habis,” pungkasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Yanti, pedang daging ayam lainnya. Kenaikan harga daging ayam, menurutnya sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Alhasil, saat ini Ia mengurangi dagangannya. Sebab, pembelinya juga berkurang. “Untungnya ya turun sekitar 30 persen, imbas harga daging ayam naik ini,” katanya.
Beruntung, di saat seperti ini Yanti sudah mempunyai langganan. Sehingga sudah ada pasti yang beli. Namun, langganan juga kini kian berkurang, imbas harga daging yang tinggi ini. Menurutnya, dulu yang membeli di lapaknya merupakan pedagang ayam goreng krispi dan pedagang olahan daging ayam lainnya. “Dulu banyak yang beli dari pedagang ayam goreng krispi. Sekarang ini yang masih beli cuma dari pedagang soto saja,” pungkasnya. (end/kun)






