Ponorogo (beritajatim.com) – Meski gegap gempita festival reog sudah berakhir, kegiatan apresiasi seni dalam rangka perayaan Grebeg Suro dan Hari Jadi ke-526 Kabupaten Ponorogo belum usai. Teranyar, bertempat di rumah klasik Ndoro Tondo di Jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto diadakan pameran lukisan Jejak Sang Maestro. Pameran lukisan ini dilaksanakan selama 5 hari, yakni dari tanggal 3-7 Agustus 2022. Ada puluhan lukisan berbagai tema di pamerkan di tempat tersebut.
“Pameran lukisan ini diikuti oleh 45 pelukis. Mulai dari Ponorogo dan kota-kota lain seperti dari Madiun, Surakarta, Jakarta Yogjakarta, Jombang dan daerah lainnya. Lebih banyak dibandingkan pameran lukisan sebelum-sebelumnya,” kata Ketua Panitia Pameran Lukisan Jejak Sang Maestro, Titis Mursito, Kamis (4/8/2022).
Tema Jenak Sang Maestro dipilih, kata Titis dimaksudkan supaya generasi muda sekarang bisa melestarikan warisan jejak lukisan dari maest. Dia menyebut maestro lukisan di negeri ini supaya ada penerusnya. Nah, kebetulan di Ponorogo juga ada maestro lukis yaitu Abdul Karim atau kerab disapa Mas Pur.
“Dengan adanya pameran-pameran ini, diharapkan seni lukis di Ponorogo ini ada penerusnya dan bisa berkesinambungan,” ungkapnya.
Asa Titis ingin adanya regenerasi pelukis bagaikan gayung bersambut. Kini di bumi reog mulai bermunculan pelukis-pelukis muda. Hal ini menjadi bukti bahwa regenerasi pelukis di Ponorogo berkelanjutan. Tidak hanya pameran lukisan, di rumah Ndoro Tondo ini juga dilakukan live painting, bursa sketsa dan seni pertunjukan pada malam harinya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”seni-rupa”]
“Untuk mengisi suasana di malam hari, ada pertunjukan angklung, akustik karawitan dan ada juga teatrikal puisi,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu pengunjung pameran, Dinar Putra sengaja menyempatkan waktu untuk melihat pameran lukisan kali ini. Dia ingin melihat karya-karya lukisan dari Mas Pur yang sudah Ia ketahui sejak dirinya masih kelas SD. Selain itu, dirinya juga ingin melihat sudut-sudut rumah klasik Ndoro Tondo.
“Saya ingin melihat karya-karya dari Mas Pur. Pas banget tempatnya di rumah klasik Ndoro Tondo,” katanya. [end/but]






