Pasuruan (beritajatim.com) – Selama ini warga Kabupaten Pasuruan khususnya di Kecamatan Nguling selalu berprasangka buruk terhadap para penyintas Kusta. Tak hanya berprasangka buruk, para penyintas juga dijauhi oleh masyarakat pada umumnya.
Namun, hal tersebut tak berlaku pada Makiyah Mukarrohma. Wanita berusia 36 tahun tersebut justru maju paling depan untuk membantu masyarakat dalam melakukan pengobatan Kusta atau sering disebut penyakit Lepra.
Makiyah tergabung dalam kader Kusta yakni Bengkuramas untuk membantu mendorong masyarakat untuk melaporkan jika terjangkit penyakit tersebut. “Tapi itu gak mudah, karena awal mula itu masyarakat masih sembunyi-sembunyi dan gak mau diperiksa. Ya karena takut dijauhi oleh masyarakat lainnya,” jelas Makiyah, Senin (13/1/2025).
Makiyah mengatakan bahwa awal mula pada tahun 2019 lalu pendekatannya sangatlah sulit, bahkan dirinya pernah tak diterima untuk melakukan sosialisasi dikarenakan takut tertular penyakit. Ditambah lagi dengan minimnya informasi terkait penyakit kusta ini menjadi salah satu penghambat untuk melakukan pendataan.
Namun usahanya terus dilakukan mulai dari bekerjasama dengan instansi terkait, bahkan sampai ikut ‘ngerumpi’ dikalangan ibu-ibu. Hal tersebut dilakukannya guna memberikan informasi terkait setidak berbahayanya penyakit Kusta.
Lambat laun, Rohma dan 20 kader lainnya mulai merasakan angin segar. Pasalnya masyarakat sudah mulai terbuka dan berani melakukan pemeriksaan mandiri. “Bahkan kalau ada bintik hitam kecil, sekarang warga sudah mulai memeriksakannya. Dengan ini kami bisa mulai melakukan langkah pencegahan dan pengobatan,” lanjutnya.
Keberhasilan Rohma tak berhenti disitu, setahun setelah didapuk tepatnya pada tahun 2020 menjadi Kordinator Bengkuramas dirinya lalu membuat motivasi dengan membuat karya mulai dari keset, membatik, hingga tempat handphone yang dibuat dengan tali.
Akibat kerja kerasnya ini, Rohma merasa senang bisa membantu banyak orang khususnya penyintas Kusta di Kabupaten Pasuruan. Hal ini akan terus dirinya lakukan meski menjadi kader Kusta dilakukan swasembada atau tanpa gaji.
Meski masyarakat sekarang sudah tidak beracuan pada stigma lama. Namun Rohma terus berusaha untuk memberdayakan penyintas Kusta dan mengangkat perekonomian penyintas tersebut. (ada/but)






