Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya evakuasi dilakukan aparat gabungan setelah Adi Saputra, pelajar asal Dukuh Gupit, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, ditemukan tewas di dalam sumur tua, Senin (9/2/2026). Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (7/2/2026) lalu.
Jasad Adi ditemukan di dalam sumur yang berada di sebelah utara rumahnya, dengan jarak sekitar 100 meter. Kedalaman sumur yang mencapai puluhan meter membuat proses evakuasi harus dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi.
“Kami mendapatkan laporan awal bahwa ada mayat ditemukan di dalam sumur di Dukuh Gupit, Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon. Kami langsung ke lokasi,” ungkap Pamapta I Polres Ponorogo, Ipda John Anderson Batara Aryasena, Senin (9/2/2026).
Setibanya di lokasi, aparat kepolisian langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Yakni dengan pemerintah desa setempat serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo guna menyiapkan proses evakuasi.
“Kami lakukan koordinasi untuk evakuasi bersama. Karena sumurnya cukup dalam sekitar 40 meter,” katanya.
Penemuan jasad korban bermula saat warga menggelar tradisi buk-buk teng untuk mencari Adi yang tak kunjung pulang. Di tengah pencarian tersebut, warga mencium bau menyengat dari arah sebuah sumur tua yang berada tidak jauh dari rumah korban.
“Salah satu warga mencoba melihat di dalam sumur menggunakan senter dan melihat korban posisi sudah dalam keadaan mengapung,” tegasnya.
Melihat kondisi sumur yang dalam dan berisiko, petugas memutuskan untuk menunggu bantuan tim penyelamat khusus guna mengevakuasi korban. Yakni menunggu personel Basarnas dari Kabupaten Trenggalek.
“Proses evakuasi korban menunggu Basarnas dari Kabupaten Trenggalek,” pungkas Ipda John.
Sebelumnya, Adi Saputra dilaporkan hilang sejak Jumat (6/2/2026). Berdasarkan laporan resmi Polsek Jambon, korban terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 11.00 WIB usai pulang sekolah. Saat itu, Adi sempat berganti pakaian mengenakan kaos olahraga dan celana panjang biru dongker, kemudian pergi tanpa pamit dan tanpa alas kaki. Hingga Minggu (8/2/2026), keberadaan pelajar berusia 14 tahun tersebut belum diketahui, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur. [end/aje]






