Pacitan (beritajatim.com) – Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian dan Tim SAR BPBD Pacitan berhasil menemukan jasad RT (37), seorang warga Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, setelah pencarian yang berlangsung selama kurang lebih 21 jam.
Korban dikabarkan terjatuh dari tebing saat mencari umpan lobster bersama rekannya dan orang tuanya pada hari Minggu (20/10) siang menjelang sore waktu setempat.
Menurut keterangan Kapolsek Pringkuku, Iptu Makhmudi Kurnianto, S.H., kejadian bermula ketika korban bersama temannya, Suyatni, dan ayahnya pergi ke tebing untuk mencari umpan lobster.
Sekitar pukul 12.00 WIB, korban diduga terpeleset dan tergulung ombak.
“Setelah Suyatni kembali ke lokasi pencarian, korban sudah tidak ada,” jelas Kapolsek.
Suyatni segera melaporkan kehilangan teman mereka kepada kepala desa dan kembali mencari korban. Beberapa saat kemudian, mereka melihat korban mengambang di laut namun tenggelam kembali.
Setelah upaya pencarian yang sulit akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, jasad korban ditemukan pada Senin (21/10) siang, terletak sekitar 500 meter dari lokasi jatuhnya.
Komandan Pos Pengamat Tamperan, Letda Laut Agung Utomo, menyatakan bahwa penemuan korban merupakan hasil dari pencarian yang intensif oleh tim gabungan petugas dan nelayan
“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke Pelabuhan Tamperan,” katanya.
Atas permintaan keluarga, jasad RT langsung dibawa pulang untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Kejadian ini memberikan pelajaran berharga bagi nelayan dan masyarakat setempat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar tebing yang berbahaya.
Batuan terjal dan medan yang sulit memerlukan kewaspadaan ekstra untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.[sul/aje]






