Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka bagi dunia seni rupa di Jawa Timur, khususnya Surabaya dan Sidoarjo. Moh Yasin atau Jansen Jasien meninggal dunia Selasa (14/5/2024), pukul 21.38 WIB di RSUD dr Soetomo, Kota Surabaya.
Semasa hidup, Jansen Jasien dikenal sebagai perupa yang ulet. Seniman kelahiran Gresik, 15 April 1974, ini tidak hanya menghasilkan karya seni tetapi juga memiliki minat sangat serius terhadap bidang sejarah.
Berdasarkan penelusuran beberapa sumber, berikut sederet karya dan aktivitas Jansen Jasien:
Pameran Tunggal:
2007 – Bingkai sejarah RSU Dr. Soetomo dari simpang ke Karangmenjangan, di Surabaya.
2008 – Tandjoeng Perak Tepi Laoet di Graha Pena Jawa Pos Surabaya
2008 – The History of My Life, di Telkomsel Priority Longe Srabaya
2008 – Hari Pahlawan, PWI Jawa Timur Jl. Taman Apaari Surabaya
2009 – Soerabaia di Oedjoeng Doepa di Galeri House of Sampoerna Surabaya
2011 – Art Invasion, Pameran secara mobile di Singapura
2015 – Jelajah Jagad di sekolah Selamat Pagi Indonesia (Transformer Center) Batu
2024 – Jelajah Perasaban Leluhur, PWI Jawa Timur Jl. Taman Apaari Surabaya
Pameran Bersama:
1992 – 2023 Sebanyak 50 Kali di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jakarta, Denpasar, Singapura, Hong Kong, Belanda.
Aktivitas Lain:
2007 – Mendirikan Kelompok Pekerja Seni Pecinta Sejarah (KPSPS) Surabaya dan hingga saat ini menjabat sebagai ketua
2008 – Menyelenggarakan Penghargaan Sembilan tokoh pers peduli seni budaya
2008 – Menggagas tahun penghargaan 100 pusaka Surabaya bersama Surabaya Heritage
2010 – Mendirikan Sjarekat Poesaka Surabaya bersama beberapa tokoh
2013 – Penghargaan Masterpiece Indonesia Art Series
Karya Monumental:
2012 – Menemukan situs candi peninggalan Majapahit di Terung – Krian Sidoarjo
2012 – Membangun Monumen Tebu Mas di PG Ngadirejo Kediri
2021 – 2024- Menemukan Situs dan membangun, membuka Punden Kepuh Makam Mbah Bungkem, Dusun Bungkem, Desa Kweden Kembar, Kec. Mojoanyar, Kab. Mojokerto.






