Surabaya (beritajatim.com) – Istilah couch potato atau kentang sofa dicetuskan oleh seorang warga Amerika Serikat bernama Paus Fransiskus. Ia menggambarkan suatu komunitas bernama couch potato yang berisi orang-orang malas dan membenci akitivitas luar ruangan.
Istilah kentang sofa juga mengacu pada mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk rebahan. Malas-malasan tanpa melakukan hal berguna memang berbahaya bagi kesehatan. Berikut ini 5 efek samping jika tubuh sering rebahan seperti dilansir dari Boldsky, Jumat (19/8/2021):
[berita-terkait number=”5″ tag=”gaya-hidup-sehat”]
Mengendapkan Lemak
Efek yang paling terasa jika kita sering rebahan adalah memperlambat proses pembakaran kalori. Umumnya sebanyak 300 kalori akan terbakar jika kita melakukan aktivitas seperti berdiri, berjalan, dan mondar-mandir ruangan. Bayangkan jika kita tidak melakukan aktivitas apapun seharian, yang ada lemak makin mengendap dan berpeluang terkena obsitas.
Berisiko Terkena Obesitas
Hasil penelitian yang diterbitkan oleh Canadian Sleep Journal menjelaskan jika Anda tidur lebih dari sembilan jam per hari, besar peluangnya untuk menambah berat badan. Kebanyakan rebahan juga akan meningkatkan kadar gula dan risiko diabetes semakin besar. Apalagi jika rebahan dibarengi dengan ngemil makanan serta minuman soda yang mengandung kadar gula yang tinggi.
Terkena Nyeri Punggung
Bermalas-malasan seharian membuat Anda ogah bergerak dan turun dari kasur, akibatnya tulang persendian menjadi kaku dan sakit jika dipakai beraktivitas. Efek lainnya, tulang Anda bisa saja melemah bahkan berisiko mengalami cedera punggung bagian bawah.
Menurunnya Sistem Kekebalan Tubuh
Rebahan terlalu lama tanpa adanya olahraga membuat sistem kekebalan tubuh menurun. Jika imun menurun maka tubuh akan mudah terserang penyakit dan virus. Selain itu sebuah studi menemukan sering rebahan atau bermalas-malasan meningkatkan peluang kematian akibat penyakit jantung koroner.
Berisiko Terkena Stroke dan Serangan Jantung
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aerobics Research Center, Amerika Serikat menunjukkan bahwa aktivitas fisik mampu mengurangi resiko terkena stroke pada pria hingga 60%. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Nurse’s Health Study, hasilnya wanita yang sering bergerak atau beraktivitas berpeluang terhidar dari stroke dan serangan jantung sekitar 50%. Jadi jika Anda sering memilih rebahan dan bermalas-malasan, berpeluang terkena stroke dan serangan jantung makin tinggi.[rsf/bjo]






