Malang (beritajatim.com) – Lomba Mural Aspirasiku yang digelar Jurnalis Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Malang, Selasa (7/2/2023) kemarin berlangsung semarak.
Sebanyak 40 seniman mural (mural) dari berbagai Kota, ikut berkontribusi mensukseskan kegiatan lomba dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Lapangan Tenis Polres Malang.
Hasil karya seni peserta luar biasa. Semuanya bagus dengan teknik seni dan perpaduan warna menawan. Hal inilah yang membuat dewan juri, cukup kesulitan untuk memberi penilaian serta menentukan juara I, juara II dan juara III serta juara harapan dan favorit.
Dari seluruh karya mural, satu karya yang menarik perhatian para keluarga korbanTragedi Kanjuruhan dan perwakilan Aremania yang hadir, diberi waktu untuk menilai langsung karya paling favorit.

Karya mural pilihan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan akhirnya jatuh pada tiga siswi pelajar SMP.
Karya yang dihasilkan menampilkan sosok seorang polisi seperti Jenderal Hoegeng itu, dikelilingi oleh anak-anak. Menunjukkan bahwa anak-anak butuh perlindungan sosok seorang polisi yang tegas, jujur dan sederhana.
Teguh Gondrong, perwakilan Aremania sekaligus satu dari Keluarga Korban Kanjuruhan, menunjuk karya seni siswi SMP ini menjadi juara favorit dalam Lomba Mural Aspirasiku. Pilihan ini, karena melihat hasil karya yang luar biasa.
“Semua karya peserta sangat bagus. Tetapi yang menyentuh hati kami (Aremania dan Keluarga Korban Kanjuruhan, red) adalah karya siswi SMP itu. Saya saja melihat langsung menitikkan air mata,” ungkap Teguh Gondrong, Rabu (8/2/2023).

Teguh menjelaskan, karya siswi SMP ini sangat bagus dan menyentuh. Dimana anak seusia mereka sudah berpikir jauh untuk masa depannya.
“Mereka membutuhkan sosok seorang polisi yang bisa mengayomi dan melindungi mereka, supaya masa depannya tidak hancur,” ujarnya.
Sementara beberapa Keluarga Korban Kanjuruhan, sangat mengapresiasi kegiatan Lomba Mural Aspirasiku yang diselenggarakan oleh Jurnalis Lintas Selatan. Kegiatan positif inilah yang sebetulnya mereka harapkan untuk mengobati luka dan membangkitkan semangat.

“Kegiatan seperti inilah yang sebetulnya diharapkan keluarga korban Kanjuruhan. Lewat karya bisa menyalurkan aspirasi dan kritikan secara positif. Tidak harus dengan melakukan aksi turun ke jalan,” papar salah satu keluarga korban Kanjuruhan.
Sementara itu, pemenang juara 1 dari Tim Bengkel Artisan Kota Batu, Ahmad Saihu mengatakan, pihaknya menuliskan karya mural Jangan Hancurkan Cita-Citaku, sebagai gambaran generasi anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapat perhatian pemerintah.
“Alhamdulillah bisa menang. Semoga apa yang kami lukis bisa menjadi harapan anak-anak meraih cita citanya setinggi mungkin,” tutur Saihu.
Terpisah, Juri Lomba Mural Aspirasiku 2023, Eddie Astaseni, mengaku seluruh hasil karya peserta lomba sangar luar biasa. “Karya peserta ini bagus bagus semua. Hal ini yang membuat kami tim juri melakukan perdebatan panjang ketika penilaian. Selamat bagi pemenang,” ucap Eddie yang pernah mewakili Indonesia ke Dubai tahun 2015 dan Thailand 2017 dalam ajang seni Mural. [yog/but]
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-malang”]
Berikut Daftar Pemenang Lomba Mural Aspirasiku 2023:
Juara I: Tim Bengkel Artisan
Juara II: Tim Kavi Fafan
Juara III: Tim Govinda Art
Juara Harapan I: Tim Mural Moral
Juara Harapan II: Tim Jogja Mural
Juara Favorit: Tim Satset Watwet






