Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin hampir setiap orang memiliki rasa trauma pada kejadian tertentu. Trauma sendiri merupakan rasa emosional yang dialami seseorang akibat kejadian mengerikan yang pernah dilalui. Misalkan kecelakaan, kekerasan, bullying, pelecehan, atau lainnya.
Rasa trauma cenderung membuat seseorang mengalami rasa takut atau panik berlebihan. Bahkan, hal ini biasanya terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Terlebih ketika dirinya merasa atau melihat kejadian-kejadian yang mengerikan tersebut seperti terulang kembali.
Adapun tiga jenis trauma yang perlu diketahui, yakni trauma akut, kronis, dan kompleks. Di mama trauma akut kerap tejadi akibat specific single event, misalnya kecalakaan motor, atau gempa bumi. Sedangkan trauma kronis disebabkan oleh kejadian yang berulang-ulang, seperti KDRT dan bullying.
Selain itu ada juga jenis trauma komplek. Jenis trauma yang satu ini bahkan terjadi sejak dini. Misalnya kekerasan atau pelecehan. Tak ayal jika trauma kompleks bisa berdampak cukup lama.
Kerap kali rasa trauma tersebut meng-trigger gangguan kepribadian seseorang. Seperti gangguan kepribadian narsistik, histrionic, dependent, hingga avoidant. Sehingga penanganan pasca trauma tidak hanya dapat dilakukan dengan satu cara saja. Jadi memerlukan beberapa dukungan dalam satu waktu, di antaranya;
Perlu ada support moral
Saat mengetahui bahwa diri kamu atau orang lain mengalami trauma pada sesuatu. Maka hal paling utama yang dibutuhkan ialah adanya support moral dari lingkungan di sekitarnya, seperti orang tua, kerabat, dan juga sahabat.
Dengan mendengarkan dan tidak menilai bahwa dirinya aneh dan berlebihan, mungkin sudah cukup bagi mereka. Apalagi jika orang-orang di sekitarnya dapat membantunya untuk mengurangi hal-hal yang dapat memicu timbulnya trauma tersebut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tips”]
Rutin melakukan self-care
Saat seseorang memiliki rasa trauma pada kejadian tertentu, maka sebaiknya rutin untuk melakukan self-care. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, yakni dengan melakukan aktivitas positif dan menyenangkan yang mungkin bisa mengalihkan pada rasa trauma tersebut.
Pendampingan intens dengan para profesional
Setiap orang mungkin tidak sama dalam menangani trauma, terlebih memang harus dilihat terlebih dahulu penyebab atau jenisnya. Sehingga, untuk mendapatkan penanganan yang tepat sebaiknya lakukan pendampingan secara intens dengan para profesional, seperti psikolog atau psikiater. (Fyi/ian)






