Surabaya (beritajatim.com) – Mengeluarkan keringat memang hal yang wajar terjadi. Selain sebagai mekanisme mendinginkan suhu tubuh, juga untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Namun, beda soal jika yang keluar adalah keringat dingin.
Berbeda dengan keringat biasa, keringat dingin umumnya ditandai dengan kulit yang terada dingin namun tetap mengeluarkan keringat. Terutama di bagian kaki, telapak tangan, dan ketiak.
Jika keringat biasa disebabkan oleh aktivitas fisik, keringat dingin terjadi lantaran faktor psikis seperti panik, stress, dan tegang. Berdasarkan Medical Nes Today, keringat dingin dipicu oleh kelenjar apokrin saat stress atau terjadi perubahan hormone.
Tetapi, hal tersebut tidak menutup kemungkin bahwa keringat dingin juga bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu. Berikut ini adalah beberapa penyebab dari keringat dingin yang tidak bisa dianggap sepele.
1. Syok
Salah satu penyebab yang paling umum namun perlu diwaspadai adalah syok. Kondisi ini terjadi lantaran minimnya aliran darah ke otak dan organ vital lainnya, yang mana menyebabkan pasokan oksigen dan nutrisi ke otak jadi terganggu.
Fatalnya, syok bisa menyebabkan stress hebat dan mengancam jiwa, sehingga membutuhkan pertolongan medis segera. Jika terlambat, bisa merusak organ tubuh lainnya. Tak hanya keringat dingin, syok juga ditandai dengan kulit pucat, pernapasan cepat, denyut nadi tidak normal, pupil melebar, dan sangat lemas.
2. Hipoglikemia
Kondisi satu ini mungkin terdengar asing bagi kalian, yakni gangguan yang terjadi saat kadar gula darah turun jauh di bawah normal. Ini merupakan hal yang serius apalagi pada pengidap diabetes.
Ketika gula darah turun drastis, otak akan mendeteksi sebagai penurunan oksigen. Itulah yang memicu terjadinya keringat dingin. Mengonsumsi buah-buah bisa membantu untuk menjaga asupan gula darah yang masuk ke tubuh.
3. Menopause
Setiap wanita pasti akan mengalami menopause di masa tuanya, terjadi ketika keseimbangan tubuh dari dua hormon estrogen dan progesterone berubah secara dramatis dan siklus menstruasi berhenti.
Gejala awal yang paling mencolok adalah timbulnya keringat dingin, di wajah, leher, dan dada. Lalu tanda lainnya akan bermunculan seperti perubahan siklus menstruasi, kesulitan mengontrol buang air kecil, susah tidur, suasana hati tak menentu dan bertambahnya berat badan.
4. Serangan jantung
Jangan diabaikan, keringat dingin juga bisa menjadi tanda dari serangan jantung. Selain memicu keringat dingin, penyakit ini juga akan disertai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, leher, atau lengan yang terasa seperti di tekan. Sebelum terlambat segera periksa ke medis.
Mulai sekarang, jangan anggap keringat dingin adalah hal yang sepele, jika sudah berlebihan dan disertai tanda-tanda lainnya, segera periksakan pada dokter agar mendapat penanganan dengan cepat dan tepat. [mnd/tur]






