Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 395 Calon Jamaah Haji (CJH) dari kloter 59 asal Kabupaten Gresik diberangkatkan ke tanah suci. Jamaah tersebut merupakan kloter terakhir. Saat hendak berangkat menuju ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, tangis harus pecah sewaktu hendak melepas keberangkatan CJH. Apalagi banyak CJH yang sudah sepuh dan naik kursi roda.
Dari 595 CJH terdiri dari 5 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Mereka berangkat dengan menggunakan 8 bus.
Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah dihadapan CJH menuturkan, dirinya berpesan agar saat di Arab Saudi selalu menjaga kesehatan. Kemudian jamaah dalam satu KBIH atau satu kloter juga diminta untuk saling tolong menolong dan menjaga satu sama lain.
“Sekarang ini suhu udara di Arab Saudi 40 derajat celcius ke atas. Kondisi ini berbeda dengan di Gresik suhunya 28 derajat celcius. Artinya, hampir dua kali lipatnya lebih. Panjenengan jaga kesehatan, sesuai dengan anjuran dokter,” tuturnya, Rabu (14/06/2023).
Dengan menjaga kesehatan lanjut Aminatun Habibah, ibadah akan berjalan lancar. Ini supaya bisa beribadah dengan sempurna. Perbanyak ibadah, baca Qur’an, dan dzikir.
Suasana bahagia bercampur tangis haru mengiringi keberangkatan CJH ketika Wabup Aminatun melepas secara simbolis dengan mengibarkan bendera pemberangkatan. Sebelum itu, satu persatu jamaah bersalaman dengan Wabup dan Forkopimda sebelum masuk ke dalam bus.
Seperti diketahui, berdasarkan data Kemenag Gresik sebanyak 2051 CJH Gresik berangkat ke tanah suci terbagi ke dalam dua gelombang, yang terbagi dalam 10 kloter. Dengan rincian 976 jemaah laki-laki dan 1075 jemaah perempuan. Dari jumlah itu, terdapat 621 jamaah berusia diatas 60 tahun. [dny/kun]
BACA JUGA:






