Blitar (beritajatim.com) – Jalan rusak di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar akhirnya diambil alih pemerintah pusat. Untuk perbaikan jalan tersebut, pemerintah pusat menganggarkan Rp59 miliar.
“Sudah ada titik terang untuk peningkatan kelas jalan di titik Ngembul-Binangun-Kedungwungu yang sering dikeluhkan mengalami kerusakan parah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Blitar Dicky Cobandono, Selasa (13/6/2023).
Jalan Raya Ngembul-Binangun-Kedungwungu Kabupaten Blitar sudah sejak beberapa tahun terakhir terus mengalami kerusakan. Perbaikan sebetulnya juga sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar namun banyaknya kendaraan berat yang melintas membuat jalan terus mengalami kerusakan.
Peningkatan kelas jalan menjadi solusi yang harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalah jalan rusak di kecamatan Binangun Kabupaten Blitar. Pemerintah pusat pun langsung turun mengambil alih penyelesaian permasalahan tersebut.
Selain menjadi akses jalan masyarakat, jalan itu merupakan penopang produksi gula di Pabrik Rejoso Manis Indo yang berada di Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.
Blitar:
Jalur Lintas Pantai Selatan, Tahun Ini Pembebasan Lahan di Serang Sumbersih Blitar
Rencana peningkatan kelas jalan di kecamatan Binangun Kabupaten Blitar tersebut saat ini tengah dibahas oleh Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Update data saat ini pekerjaan peningkatan jalan sudah dalam proses lelang.
Adapun alokasi anggaran yang disiapkan untuk peningkatan kelas jalan ini cukup tinggi mencapai Rp59 miliar. Anggaran tersebut disiapkan oleh Bina Marga Jatim dari APBN atau anggaran pemerintah pusat.
“Saat ini sudah proses lelang tunggu waktunya saja, proses lelang di Bina Marga Jatim masih berproses,” imbuhnya.
Menurut PUPR Kabupaten Blitar jika proses lelang ini segera selesai maka pengerjaan peningkatan kelas jalan di Ngembul-Binangun-Kedungwungu bisa segera dilaksanakan. Diharapkan dengan adanya peningkatan kualitas jalan ini bisa menjadi solusi atas protes warga mengenai kerusakan jalan yang terus terjadi setiap tahun.
PUPR Kabupaten Blitar sendiri saat ini memang tengah pro aktif untuk melaporkan kondisi jalan rusak ke pusat. Hal ini dilakukan lantaran anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Blitar masih kurang untuk memperbaiki seluruh jalan rusak.
Baca Juga:
Ratusan Warga Kabupaten Blitar Terserang Demam Berdarah
Jalan rusak memang masih menjadi permasalahan serius Pemerintah Kabupaten Blitar. Dari data Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat total ada 300 kilometer jalan yang mengalami kerusakan.
Ratusan kilometer jalan rusak tersebut mayoritas berada di wilayah selatan Blitar seperti di Kecamatan Binangun, Bakung, Panggungrejo, Wates hingga Wonotirto. Kondisi kerusakan jalan ini pun bervariatif mulai dari sedang hingga berat.
“Anggaran di daerah terbatas dan kerusakan jalan di kabupaten Blitar sangat banyak maka Pemkab Blitar pro aktif untuk menyampaikan kondisi jalan ini ke pusat untuk mengusulkan bantuan untuk perbaikan jalan karena jika APBD saja tidak mampu mengcover semua kerusakan jalan,” tandasnya.
Dicky Cobandono menambahkan sebelumnya Dinas PUPR sudah menyelesaikan DED dan Perencanaan untuk peningkatan kelas jalan di titik ini yang disahkan oleh BBPJN (Balai Besar Pelaksanan Jalan Nasional, Surabaya). [owi/beq]






