Ponorogo (beritajatim.com)– Longsor kembali terjadi di Dukuh Dayakan, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Bencana ini mengikis jalan poros yang menjadi penghubung antara Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan. Akibatnya, separuh badan jalan hilang, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas di ruas jalan tersebut.
“Sebenarnya longsor ini sudah lama terjadi di sini. Hujan pada Senin lalu membuat tanah kembali ambrol, hingga mengikis badan jalan. Sekarang mobil sudah tidak bisa lewat,” ujar Damis, salah satu warga setempat, Rabu (15/01/2025).
Kepala Desa Wagir Lor, Sumono, membenarkan bahwa jalan tersebut sudah beberapa kali terdampak longsor. Menurutnya, jalan poros desa itu sebelumnya telah diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Langkah-langkah seperti pembangunan talud dan pemasangan karung pasir sudah dilakukan untuk mencegah longsor lebih parah. Namun, tingginya intensitas hujan membuat jalan kembali terkikis.
“Ini adalah jalan yang menghubungkan Kecamatan Ngebel dengan Kecamatan Jenangan. Dalam setahun terakhir, sudah terjadi tiga hingga empat kali longsor setiap kali hujan deras mengguyur,” ungkap Sumono.
Sebagai solusi sementara, warga membangun jembatan darurat dari kayu agar pengendara dapat melintas dengan aman. Namun, hujan deras pada Senin lalu kembali memperparah kondisi jalan. Jika tidak menggunakan jalan ini, warga harus mengambil rute alternatif yang lebih jauh melalui jalur menuju Telaga Ngebel.
“Kami sudah melaporkan kondisi jalan ini ke pihak terkait. Harapannya, ada langkah cepat untuk memperbaikinya secara permanen,” pungkas Sumono. [end/aje]






