Jember (beritajatim.com) – Warga akhirnya membuka blokade terhadap truk-truk besar yang berlangsung sejak 13 Januari 2025, pada Senin (28/4/2025) malam, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperbaiki jalan di Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger.
“Tuntutan warga untuk perbaikan jalan sudah dipenuhi,” kata Kholilul Rahman, Koordinator Aliansi Masyarakat Pemerhati dan Pengguna Jalan (APPJ) yang ikut mengadvokasi warga, Selasa (29/4/2025).
Dua kilometer jalan dan lebar sembilan meter mulai dari simpang tiga Desa Kasiyan Timur hingga perbatasan dengan Desa Grenden dibeton setebal 40 centimeter oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sementara itu PT Semen Imasco Asiatic membeton 500 meter.
Kendati memberikan izin untuk truk-truk besar pengangkur material semen lewat, menurut Kholilul, warga tidak mengizinkan truk trailer yang bemuatan 70 ton. “Kalau truk tronton yang bermuatan 30 ton masih boleh,” katanya.
Kholilul menyampaikan harapan warga agar 49 kilometer jalan yang dilewati kendaraan-kendaraan berat dari Puger ke Rambipuji juga dibeton. Dengan demikian tidak ada jalan yang rusak berat akibat dilewati kendaraan-kendaraan berat dengan tonase besar.
Kerusakan jalan di daerah Puger selama bertahun-tahun menjadi pemicu konflik antara warga dengan PT Semen Imasco Asiatic. Warga menuduh kerusakan jalan sebagian besar disebabkan truk-truk bermuatan berat dari dan menuju pabrik semen Imasco. Gara-gara kerusakan berat di sana, beberapa kali terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa.
Dengan diizinkannya truk-truk bermuatan berat melewati jalan di Puger, maka produksi semen Imasco kembali berjalan. Ini membuat Bupati Muhammad Fawait senang.
“Ini tentu memberikan pesan kepada Jawa Timur, nasional, dan bahkan internasional, bahwa Jember adalah kabupaten yang ramah terhadap investasi,” kata Fawait, dalam konferensi pers 100 hari kerja, di Pendapa Wahyawibagraha, Senin (28/4/2025) malam.
Pemkab Jember berkomitmen menyambut baik investor dan pengusaha yang ingin menanamkan modal di sektor riil. “Tentunya dengan mengedepankan kesejahteraan karyawan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” kata Fawait.
“Kita tidak bisa mengandalkan APBD Kabupaten Jember saja untuk mengurai kemiskinan. Kita perlu investasi untuk menambah lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran, yang ujungnya adalah mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Fawait.
Berikutnya, Pemkab Jember akan membahas serius persoalan pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa diperoleh dari investor seperti PT Semen Imasco Asiatic. “Jangka pendeknya bisa kami selesaikan, sehingga masyarakat bisa menerima Imasco beroperasi kembali,” kata Fawait.
“Jangka menengah dan panjang jadi pekerjaan rumah pemerintah daerah untuk berkomunikasi dengan PT Imasco, untuk bagaimana PAD Jmeber dtingkatkan dan pemeliharaan jalan dijaga betul, sehingga masyarakat tak kembali kecewa,” kata Fawait. [wir]






