Malang (beritajatim.com) – Seorang remaja di Kabupaten Malang meninggal dunia tertabrak kereta api di Dukuh Pesantren, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Saat kejadian, korban atas nama Krisna Aji Pangestu (18), sedang berjalan kaki di pinggir rel kereta.
Korban yang tinggal di Jalan Pesantren, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang itu tewas seketika akibat luka serius di kepala.
“Korban ini menderita luka di kepala terutama bagian rahangnya. Jenazah saat itu langsung kami evakuasi ke kamar mayat RSUD Kanjuruhan Kepanjen,” ujar Kanitreskrim Polsek Sumberpucung Aipda Edy Sunarto, Senin (26/12/2022).
Sebelum tertabrak kereta api, korban terlihat berjalan kaki dari arah timur ke barat. Tujuannya diduga mau ke sebuah sumber air di sekitar perlintasan KA untuk mandi.
Ketika melintasi perlintasan KA, korban tidak mendengar ada kereta mau lewat. Pasalnya saat itu kedua telinga korban tertutup dengan headset yang menyambung ke HP.
KA Kertanegara dengan nomor Loko CC20601320 yang dimasinisi Ahmad Khusaini, melaju dari arah Malang tujuan Purwokerto Jawa Tengah. Sebelum menabrak korban, masinis sempat membunyikan klakson, namun korban tidak mendengar.
Akibatnya tubuh korban langsung tertabrak. Saking kerasnya benturan membuat tubuh korban terpental sejauh 10 meter, hingga kepalanya membentur dinding beton rel KA dan terjatuh ke parit.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan-malang”]
Menyadari telah menabrak orang, masinis KA lantas menghubungi petugas di Stasiun Sumberpucung. Setelah dicek benar, akhirnya dilaporkan ke Polsek Sumberpucung.
“Lokasi tertabraknya korban ini berada di tengah persawahan dan jauh dari pemukiman. Kemungkinan korban yang berjalan sendirian ini, tidak mendengar kalau ada kereta api yang mau melintas,” papar Edi. [yog/but]







