Gresik (beritajatim.com)- Bulan Ramadan jajaran kepolisian di wilayah Gresik menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati lagi. Pasalnya, aksi kejahatan kasus curat, curas dan curanmor masih sering terjadi. Motif ekonomi menjadi penyebabnya sehingga pelaku nekat menjalankan aksinya dengan berbagai modus.
Kasus tersebut dialami oleh Fajrul Izaah (20) pemuda asal Sangkapura, Bawean. Fajrul harus merelakan motornya diambil orang saat melintas di Jalan Siti Fatimah Binti Maimun Gresik. Dirinya menjadi korban begal saat berboncengan dengan rekannya Saliman.
Kedua pemuda itu, dihadang lima orang tak dikenal. Malahan diteriaki maling karena dituduh mencuri ponsel. “Saya bingung dan kaget, tiba-tiba diteriaki maling padahal tidak merasa mengambil ponsel,” ujar Fajrul, Minggu (3/04/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”begal”]
Merasa tidak mencuri korban (Fajrul) sempat beradu argumentasi dengan pelaku. Namun, para bandit tersebut tidak kekurangan akal. Mereka mengintimidasi dan memisahkan kedua korban. Fajrul dibawa ke kawasan industri Gresik (KIG) dan Saliman diajak kawasan Jalan Noto Prayitno. Rupanya hal tersebut merupakan skenario para begal untuk membawa kabur motor miliknya. Honda Scoopy nopol W 3529 CW.
Terkait dengan kejadian ini, Kanit Reskrim Polsek Kebomas Iptu Yoyok Mardi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya pun sudah bergerak memburu pelaku serta melakukan kring serse di beberapa titik. “Mohon waktunya, penyelidikan masih terus dilakukan,” ujarnya.
Mantan Kanit Reskrim Polsek Gresik Kota itu pun menjelaskan modus maling teriak maling tersebut merupakan hal yang sering dilakukan begal. Dengan menuduh korban melakukan tindakan yang merugikan. Misalnya mencuri, menabrak dan sejenisnya.
“Saat korban lengah, barulah kereka beraksi mengambil barang berharga milik korban. Kami menghimbau masyarakat harus lebih berhati-hati,” pungkasnya. [dny/kun]






