Ngawi (beritajatim.com) – Ratusan lubang di Jalan Raya Ngawi Maospati hingga Ngawi Solo membahayakan para pengguna jalan. Salah satu pengemudi truk yakni Ahmad Zainal mengungkapkan dirinya yang kerap menggunakan jalur arteri tersebut merasa tidak nyaman dengan jalur tersebut.
Dia menyebut jalanan berlubang dan bergelombang membahayakan pengguna jalan. Banyak pengendara kendaraan roda dua yang kerap mencoba menghindari lubang atau jalan bergelombang dan membuat kendaraan roda empat was-was.
”Jalannya banyak lubang. Bergelombang juga. Jalan seperti ini membahayakan. Kami sebagai pengendara roda empat turut merasa tidak nyaman dan was-was,” kata Ahmad, Kamis (7/4/2022).

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur-Bali Syaiful Fajar mengungkapkan pihaknya terus melakukan penelusuran dan penanganan terhadap jalan berlubang. Satu tim dalam sehari bisa menangani 25 lubang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ngawi”]
”Sehari kami lakukan penambalan lubang sekitar 25 lubang. Upaya tambal sulam inilah yang kami sementara bisa lakukan. Total pemeliharaan kami anggarkan Rp 2 miliar. Tim kami berkeliling untuk tambal sulam,” kata Fajar, Kamis (7/4)2022).
Dia menyebut untuk beberapa lokasi memang tak cukup hanya ditambal sulam. Terlebih, jika jalan kembali berlubang usai ditambal. Lokasi itulah yang bakal diprioritaskan untuk ke depan dilakukan rekonstruksi.
”Tanah yang labil harus dibarengi dengan penguatan pondasi. Sehingga tidak mudah bergeser atau bergerak dan menimbulkan retakan hingga lubang,” kata Fajar. [fiq/but]






