Jombang (beritajatim.com) – Jalan berlubang yang ada di jalur arteri Jl Raya Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang Jawa Timur memakan korban, Minggu (22/12/2024). Ada dua kejadian dalam waktu hampir bersamaan.
Kejadian pertama menimpa Adi Suseno (21), warga Desa Catakgayam Kecamatan Mojowarno. Adi mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja tanpa TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor). Dia melaju dari arah barat.
Adi memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Karena jalan gelap, Adi tidak mengetahui bahwa jalur tersebut banyak berlubang. Nah, sepeda motor yang ia kendarai menghantam jalan berlubang sebelah kanan.
Motor oleng. Korban terpental ke arah kiri. Nah, pada saat bersamaan melaju truk tronton BE-9132-CT yang dikemudikan M Sudarmono Revandi (24), warga Desa Babatsupat Kecamatan Musi Kabupaen Banyuasin.
Korban sempat tergilas truk tersebut hingga mengalami luka. “Korban luka parah di kolong truk. Tapi masih hidup dan dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mojoagung,” kata Yudi Murayanto (50), sala satu saksi.
Saat korban dievakusi, di jalur berlawanan juga terjadi kecelakaan. Penyebanya sama, karena jalan berlubang. Kali ini sepeda motor Honda Beat S 6488 TOV yang dikendarai Abdul Rohim (58), warga Desa Kedungrejo Kecamatan Megaluh Jombang.
Rohim melaju dari arah timur atau Trowulan. Mendekati lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarainya menghantam jalan berlubang. Rohim terbanting ke aspal. Wajahnya mengeluarkan darah segar.
“Jalan berlubang tersebut tidak kelihatan. Motor saya terjerebab. Ini wajah saya terluka. Semoga jalan rusak ini segera diperbaiki, sehingga tidak memakan korban lagi,” kata Rohim sembari menahan sakit.

Yudi Murayanto menambahkan, jalan berlubang di Jl Raya Gambiran Mojoagung kerap memakan korban. Dalam satu minggu terakhir ini sudah ada delapan kejadian. Lubang menganga di jalur tersebut cukup bervariasi dan tersebar di sejumlah titik.
“Ada yang kedalaman 30 sentimeter. Ada pula yang lebih lebar. Ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Dalam satu minggu ini saja sudah ada delapan kecelakaan yang disebabkan jalan berlubang itu,” kata Yudi.
Kepala Unit Gakkum (Penegakan Hukum) Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP (Tempat kejadian Perkara). Selain itu juga meminta keterangan sejumlah saksi.
“Ada dua kecelakaan dalam waktu hampir bersamaan. Hasil olah TKP, kecelakaan disebabkan oleh jalan berlubang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” pungkas Siswanto. [suf]







1 Komentar
Korban meninggal di rs