Bondowoso, (beritajatim.com) – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Bondowoso, Minggu (3/11/2024). Kali ini sebuah gudang yang digunakan sebagai tempat reparasi barang elektronik.
Gudang itu juga dijadikan garasi oleh pemilik, yakni Pak Febri dan Yurike Nurma, warga Dusun Krajan, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen. Kebakaran terjadi sekira pukul 01.30 WIB.
Awal mula kebakaran diketahui oleh tetangga korban yang sedang berjalan melintasi pemukiman padat penduduk tersebut.
“Tetangga korban melihat ada kepulan asap dari gudang yang juga dijadikan garasi motor oleh korban,” kata Martanto, Plt Kabid Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan Damkar Bondowoso kepada BeritaJatim.com.
Melihat asap tebal membumbung tinggi, tetangga tersebut membangunkan pemilik yang tengah tertidur pulas.
“Pemilik kemudian menghubungi damkar dan kami langsung menuju ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” tutur Martanto.
Gudang yang terbakar itu dijadikan tempat untuk memperbaiki barang elektronik oleh korban. Mulai dari memperbaiki kulkas, TV sampai HP. “Gudang itu juga dijadikan garasi motor,” sebutnya.
Api yang sudah membesar segera dipadamkan oleh petugas supaya tidak menjalar ke rumah-rumah warga. Petugas memadamkan api dari dalam dan luar gudang.
“Api hampir saja merambat ke rumah warga lain tapi berhasil kami jinakkan lebih dulu,” terang Martanto.
Proses pemadaman dan pendinginan memerlukan waktu sekitar dua jam. Nihil korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Tapi pemilik diperkirakan menelan kerugian hingga Rp 50 juta. Selain gudang yang hangus, ada 2 kendaraan jenis Scoopy dan sepeda listrik yang ludes juga terbakar,” kata dia.
Pihak Satpol PP dan Damkar Bondowoso belum bisa menggali data signifikant terkait barang apa saja yang ikut terbakar di dalam gudang.
“Karena pemilik saat itu shock berat sampai berbaring lemas. Jadi kami tidak bisa memintai keterangan,” paparnya.
Pihaknya hanya mendata berdasarkan bukti fisik sepintas bekas kebakaran di dalam gudang itu.
“Dugaan sementara, kebakaran tersebut akibat hubungan arus pendek listrik,” kata Martanto. (awi)






