Mojokerto (beritajatim.com) – Tahun 2024 mendatang agar digelar pesta demokrasi serentak. Untuk itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengajak partai politik (parpol) di Kota Mojokerto untuk berpartisipasi dalam menjaga kondusifitas sosial-politik di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat bertemu dengan 100 pengurus parpol di Sabha Mandala Madya Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Forum Bimtek Bantuan Keuangan Parpon ini sebagaimana instruksi Presiden Jokowi dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda beberapa waktu lalu.
“Dalam penyelenggaraan Pemilu harus ada kesiapan dari berbagai pihak. Tidak hanya instansi penyelenggara, tapi masyarakat juga diharapkan ikut terlibat menyukseskan hajat lima tahunan itu. Termasuk parpol, yang juga bagian dari masyarakat,” ungkapnya, Rabu (25/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
Di tahun 2024 dijadwalkan akan berlangsung pemilu serentak sebanyak dua kali. Bulan Februari akan dilaksanakan Pemilihan Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten dan bulan September, akan dilakukan Pemilihan Gubernur dan Wali Kota/ Bupati.
Berbeda dengan pemilu serentak sebelumnya, pemilu mendatang akan benar-benar berlangsung secara bersamaan di berbagai daerah. Dengan demikian TNI dan Polri akan bertugas di wilayah masing-masing, tidak bisa diperbantukan untuk daerah lain seperti sebelumnya.
Sehingga jelas, tegas Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, ketika dilaksanakan serentak, untuk menjaga kondisifitas suatu daerah dalam menyebut Pemilu mendatang, tidak bisa hanya mengandalkan TNI dan Polri. Masyarakat sipil juga memiliki peran untuk turut ambil bagian.
“Mari, ayo bersama-sama kita kuatkan peran kita masing-masing dalam menjaga kondusifitas sosial-politik, demi suksesnya Pemilu 2024,” pungkas Ning Ita (sapaan akrab, red). [tin/kun]






