Jember (beritajatim.com) – Partai Nasdem (Nasional Demokrat) menilai perubahan daerah pemilihan (dapil) dalam Pemilu 2024 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dari enam menjadi tujuh tidak merugikan. Mereka tetap memasang target 14 kursi DPRD Jember, sementara saat ini Nasdem memiliki delapan kursi.
“Target kami tetap. Jadi setiap dapil kami menargetkan dua kursi. Tujuh kursi di awal sudah aman. Namun kami butuh menambah satu kursi setiap dapil. Jadi 14 kursi harus kami capai,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Jember, Dedy Dwi Setiawan, yang juga Wakil Ketua DPRD Jember, Sabtu (18/2/2023).
Berdasarkan keputusan KPU RI, Dapil Jember 1 memperebutkan 7 kursi yang meliputi Kecamatan Ajung, Kaliwates, Sumbersarim Pakusari. Dapil Jember 2 memperebutkan 7 kursi yang meliputi Kecamatan Rambipuji, Panti, Sukorambi, Patrang, Arjasa.
Dapil Jember 3 memperebutkan 6 kursi, yang meliputi Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Sukowono, Sumberjambe. Dapil Jember 4 meliputi Tempurejo, Mumbulsari, Mayang, Silo yang memperebutkan 6 kursi.
Dapil Jember 5 memperebutkan 8 kursi, meliputi Balung, Wuluhan, Ambulu, Jenggawah. Dapil Jember 6 memperebutkan 7 kursi meliputi Jombang, Kencong, Gumukmas, dan Puger. Dapil Jember 7 memperebutkan 9 kursi, terbanyak dibanding dapil lainnya, yang meliputi Sumberbaru, Umbulsari, Tanggul, Semboro, dan Bangsalsari.
Dedy mengatakan, tujuh dapil ini memang satu dari tiga opsi yang disodorkan KPU Jember ke KPU RI. Nasdem memilih wacana ketiga, yakni tujuh dapil.
“Cuma yang bikin kami kaget, (komposisi wilayahnya) tidak seperti yang disampaikan KPU Jember. Jadi peta tujuh dapil yang disampaikan KPU Jember dengan yang ditetapkan KPU RI berbeda sekali,” katanya.
Dedy mencontohkan Dapil Jember 6 yang awalnya diwacanakan lima kecamatan oleh KPU Jember, akhirnya hanya tersisa empat kecamatan. “Dapil Jember 6 diubah menjadi Dapil Jember 7, tidak sesuai dengan yang diwacanakan KPU Jember,” katanya. [wir/beq]






