Lamongan (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan telah menyusun jadwal debat publik atau debat terbuka antar pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Lamongan yang maju dalam Pilkada Lamongan 2024.
Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali mengatakan, debat publik atau debat terbuka merupakan metode kampanye yang difasilitasi oleh KPU, sesuai dengan keputusan KPU Lamongan tentang teknis pelaksanaan kampanye Pilkada.
“Tujuan dari pelaksanaan debat publik ini adalah untuk menyebarluaskan profil, visi dan misi, serta program kerja para paslon kepada masyarakat,” kata Mahrus, Sabtu (28/9/2024).
Selain itu, debat publik juga untuk memberikan informasi secara menyeluruh kepada masyarakat sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihannya.
“Kemudian menggali serta mengelaborasi setiap tema yang diangkat dalam kampanye debat publik atau debat terbuka antar paslon,” tuturnya.
Lebih lanjut Mahur menyampaikan, KPU Lamongan memfasilitasi penyelenggaraan debat publik antar paslon sebanyak 3 kali.
“Jadwal penyelenggaraan, yakni 7 November 2024, 14 November 2024 dan 21 November 2024,” ujarnya.
Selain debat publik, papar Mahrus, KPU Lamongan juga memfasilitasi penyebaran bahan kampanye kepada masyarakat umum, di mana jumlah, jenis dan spesifikasi bahan kampanyenya sudah ditentukan oleh KPU Lamongan.
Jumlah bahan kampanye yang difasilitasi KPU Lamongan dicetak paling banyak yakni 1.035.507 untuk setiap paslon.
“Jenis bahan kampanye yang dicetak oleh KPU Lamongan meliputi selebaran, brosur, pamflet dan/atau poster,” ucap Mahrus.
Untuk diketahui, Pilkada Lamongan diikuti oleh 2 pasangan calon. Pasangan calon nomor urut 1 adalah pasangan Abdul Ghofur – Firosya Shalati, yang diusung oleh PKB, Demokrat dan PSI.
Sedangkan pasangan calon nomor urut 2 adalah pasangan Yuhronur Efendi – Dirham Akbar Aksana, yang diusung koalisi 14 parpol, diantaranya adalah 9 partai yang memiliki kursi di DPRD Lamongan yaitu Gerindra, Partai Golkar, PDI Perjuangan, PAN, Partai Nasdem, PPP, PKS dan Partai Ummat.
Sementara, 5 parpol non parlemen terdiri dari Partai Hanura, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Gelora, dan Partai Bulan Bintang. (fak/ian)






