Surabaya (beritajatim.com) – Pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk operasi gedung bertingkat di Surabaya dikeluhkan kalangan pengusaha. Ini lantaran prosesnya yang rumit serta terlalu banyaknya perizinan yang juga harus diurus.
“Dari izin-izin itu kan pengurusannya tidak sesederhana yang dibayangkan ya, karena musti harus diukur sana diukur sini, punya gambar dan sebagainya,” kata General Manager (GM) Grand Mercure Mirama, Andreas Riyadi di Surabaya, Rabu (10/8/2022).
Andreas menjelaskan pengurusan SLF akan lebih mudah jika dilaksanakan di awal pembangunan. Ia menilai pemilik bangunan tinggi akan lebih siap dan pembangunan tidak terkendala.
“Biasanya yang kaya sekarang ini yang gedung baru sudah langsung mengajukan SLF ini yang gampang. Nah itu yang proper, lebih siap lah ya,” ujar Andreas.
Namun Andreas menegaskan secara keperluan SLF bagus untuk persyaratan di setiap gedung. Karena untuk menjamin kenyamanan dan keamanan penghuni gedung tersebut.
“Makanya, memang diperlukan yang namanya SLF ini sebagai syarat untuk gedung ini nyaman dan aman digunakan,” katanya.
Meski begitu, dia menyatakan prosesnya memang perlu waktu. Karena setiap izin memiliki keterkaitan satu dengan lainnya.
“Jadi kalau itu memang sudah selesai, sudah dapat SLF-nya itu memang enak ya. Jadi yang urusan izin beres, keamanan beres, urusan lainnya beres, jadi otomatis satu kesatuan dari SLF itu fungsinya seperti menjamin siapapun yang berada di gedung itu dijamin keselamatan dan keamanannya. Karena sudah memenuhi syarat di dalam SLF tadi,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
Andreas berharap Pemerintah Kota Surabaya memberikan relaksasi pengurusan SLF bangunan serta gedung. Terlebih proses pengurusan SLF juga membutuhkan waktu lama.
“Kemarin ketua PHRI Pak Dwi sudah bilang ya, bahwa memang kita minta waktu lah ya, semua akan taat kok, akan patuh supaya lolos di SLF ini namun perlu waktu,” katanya.
Kewajiban mengurusan sertifikat ini dinilai memberatkan pelaku usaha dalam masa pemulihan ekonomi. Kondisi okupansi hotel maupun tempat penginapan terus bergeliat usai terpuruk saat pandemi Covid-19.
“Tentunya ini kan dari masa pandemi setelah ini kan menuju endemi, kita baru bernafas lega. Artinya diberi kesempatan untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar nanti bisa menyiapkan ini (pengurusan SLF) dengan baik dan proper gitu,” katanya.
“Tapi, kita welcome untuk berbenah diri dan juga untuk mempersiapkan persyaratan SLF karena memang tujuannya bagus. Sesuai ini, sesuai itu,” tambahnya. [asg/beq]






