Malang (beritajatim.com) – Ikon pariwisata Kota Malang, Kayutangan Heritage menjadi pilot project untuk Indonesia. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan mereplikasi Kayutangan Heritage untuk menyulap sejumlah kampung kumuh agar lebih tertata rapi, memiliki nilai ekonomis dan menjadi destinasi wisata.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat telah menerima langsung kunjungan dari Dirjen Perumahan Perkotaan, Kementerian PKP, Sri Haryati dan tim di Balai Kota Malang, Jumat (2/1/2026). Sebelumnya Menteri PKP Maruarar Sirait sudah diajak ke Kayutangan Heritage oleh Wahyu Hidayat beberapa waktu lalu.
“Kami menceritakan tentang progres Kayutangan Heritage dan story-nya seperti apa, dan akhirnya menjadi salah satu kunjungan wisata terbanyak di Nataru ini. Dirjen diperintah untuk mereplikasi apa yang harus dilakukan, ini dijadikan pilot project beberapa tempat di Indonesia. Kami memfasilitasi dan menjelaskan proses yang dulu kumuh, kemudian akhirnya jadi destinasi wisata,” ujar Wahyu.
Pada momen Nataru Kayutangan Heritage menyentuh angka kunjungan dengan rata-rata 1.000 pengunjung per hari. Puncak kunjungan terjadi pada 27 Desember 2025 dengan angka 5.500 wisatawan. Rencanannya beberapa kelurahan di Jakarta akan belajar ke Pemerintah Kota Malang karena mampu menjadikan kawasan kumuh, menjadi daerah tujuan wisata nasional.
“Proses awal dalam mengubah mindset masyarakat, terutama dari kawasan kumuh menjadi kawasan yang sekarang jadi destinasi kunjungan wisata. Itu tahapan dan prosesnya tidak mudah. Banyak hal, karena merubah mindset masyarakat, tetapi akhirnya dengan pendekatan dan keterlibatan masyarakat di Kayutangan, akhirnya itu berhasil,” ujar Wahyu.
Kayutangan Heritage sendiri memiliki beberapa prestasi. Pertama penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah Terbaik 1 nasional. Sedangkan, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) juga menjadi Pokdarwis Terbaik 1 tingkat nasional tahun 2025.
“Inilah yang akan menjadi satu contoh upaya-upaya yang dilakukan agar nanti bisa menjadi satu pilot project yang baik. Karena kawasan-kawasan kumuh yang di bawah PKP (Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman) ini kan nanti bisa menjadi lebih baik dan tertata, serta masyarakatnya pun juga bisa lebih sejahtera, utamanya juga kesehatan dan lain-lainnya, dan bisa menghasilkan pendapatan,” kata Wahyu.
Sementara itu, Dirjen Perumahan Perkotaan, Kementerian PKP, Sri Haryati mengatakan bahwa permasalahan di perkotaan adalah timbulnya kawasa padat yang tidak tertata, bahkan kumuh. Kayuntangan Heritage menjadi salah satu contoh yang akan ditiru untuk mengubah tempat kumuh menjadi estetik.
“Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman tidak hanya konsentrasi pada memperbaiki rumahnya saja. Karena kalau renovasi rumah tidak diiringi pembekalan kepada masyarakat bagaimana ekonomi mereka bisa meningkat, nanti kawasannya bisa kembali lagi kumuh setelah kami tata,” kata Sri.
Menteri PKP Maruarar Sirait juga sudah melihat Kayutangan Heritage secara langsung. Kementerian PKP sendiri sedang mempelajari secara lebih detail bagaimana program ini berhasil karena partisipasi masyarakat disampaikan sejak awal.
“Jadi dari awal tadi Pak Wali juga sudah cerita, masyarakat itu ditanya maunya apa dan bagaimana. Jadi tidak semata hanya program-program dari pemerintah saja. Tadi juga dijelaskan bagaimana meningkatkan value dari kawasan tersebut dan pastinya juga berkelanjutan. Nah, ini akan kita jadikan model,” kata Sri. [luc/suf]






