Jember (beritajatim.com) – Muhammad Jaddin Wajad, kandidat bupati Jember, Jawa Timur, dari jalur perseorangan menyebut lambannya akses server Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Komisi Pemilihan Umum sebagai biang kegagalan pencalonannya.
Semula Jaddin yang berpasangan dengan Arismaya Parahita menyerahkan 135.506 bukti dukungan, melampaui syarat minimal 128.195 dukungan. Dari hasil verifikasi faktual yang dilangsungkan sejak pertengahan Juni, KPU Jember menemukan, bahwa hanya 44.267 dukungan yang memenuhi syarat.
KPU Jember lantas memberikan kesempatan sekali lagi kepada Jaddin dan Arismaya untuk menyerahkan 167.856 dukungan, atau dua kali lipat dari 83.928 dukungan yang menjadi syarat minimal, pada pada 13-17 Juli 2024.
Mereka kemudian dinyatakan gagal oleh Komisi Pemilihan Umum Jember, karena tidak bisa memenuhi syarat minimal 167.856 bukti dukungan hingga tenggat Rabu (17/7/2024), pukul 24.00 WIB. Ada 1.826 berkas bukti dukungan yang belum diunggah ke Silon (Sistem Informasi Pencalonan) KPU.
“(Kecepatan akses) server mereka (KPU) naik turun. Jadi lemot juga. Akhirnya pada saat jam 00.00 (Kamis, 18//7/2024) sudah tertutup. Data yang kami proses unggah terhenti, tidak bisa masuk lagi,” kata Jaddin yang juga keponakan Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman itu, Kamis (18/7/2024).
Padahal, menurut Jaddin, hanya butuh waktu lima sampai sepuluh menit lagi untuk mengunggah semua bukti dukungan ke Silon. “Tapi akhirnya ditutup sehingga proses pengunggahan data terhenti dan hanya tersisah sekitar 1800-an yang belum terupload,” katanya.
Arismaya kini berharap pada kebijakan KPU Jember untuk memberikan ruang dan waktu kepadanya untuk mengunggah 1.826 bukti dukungan yang tersisa ke Silon. “Kurangnya sedikit. Di daerah lain ada yang kurang sampai separuh, juga dikasih ruang oleh KPU untuk menambah waktu. Saya kira tim semalam sudah mendiskusikan itu dengan KPU dan Bawaslu,” katanya.
Namun KPU Jember enggan disalahkan. “Alasannya, mereka kesulitan mengunggah data ke Silon karena sistem lemot. Tapi kalau lemot kan tidak mungkin berhari-hari. Tidak mungkin satu minggu sistem tidak bisa (diakses), wong kami juga update tiap hari,” kata Hendra Wahyudi, komisioner KPU Kabupaten Jember.
Hendra mengatakan, kesempatan untuk calon perseorangan sudah tertutup. KPU Jember kini melanjutkan pencocokan dan penelitian. “Sudah hampir selesai,” katanya. [wir]






