Jember (beritajatim.com) – Pasangan kandidat perseorangan dalam pemilihan kepala daerah, Muhammad Jaddin Wajad dan Arismaya Parahita, menggerakkan jaringan untuk memperbaiki data bukti dukungan yang diverifikasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, 13-17 Juli 2024.
“Kami sudah membentuk jaringan relawan sebanyak tiga ribu orang lebih di 20 kecamatan. Masing-masing rukun warga sudah ada. Kami akan gerakkan untuk mencari dukungan sebisa mungkin,” kata Jaddin, Kamis (11/7/2024).
Jaddin-Arismaya menyerahkan 135.506 dukungan, melampaui syarat minimal 128.195 dukungan. Dari hasil verifikasi faktual yang dilangsungkan KPU Jember sejak pertengahan Juni menemukan, bahwa hanya 44.267 dukungan yang memenuhi syarat.
KPU Jember memberikan kesempatan sekali lagi kepada Jaddin dan Arismayat untuk menyerahkan 167.826 dukungan, atau dua kali lipat dari 83.928 dukungan yang menjadi syarat minimal.
“Kami harus menggunakan resource besar untuk menutup kekurangan ini. Untungnya kami punya stok cadangan (dukungan), sehingga kurangnya tidak terlalu banyak,” kata Jaddin.
Jaddin juga akan berfokus di 16 kecamatan. “Kemarin kami terjun ke 31 kecamatan. Kami tidak tahu, ternyata hanya cukup 16 kecamatan sudah mewakili. Jadi kami berfokus ke kantong-kantong suara kami untuk perbaikan. Di setiap tempat LO (Liaison Officer atau petugas penghubung) kami sudah siap,” katanya.
Sementara itu, Arismaya menerima kegagalan verifikasi ini sebagai proses yang harus dijalani. “Sebagai peserta baru, kami memang agak kagok menghadapi situasi ini. Kami di beberapa tempat belum menyiapkan LO kemarin yang seharusnya mendampingi penyelenggara di desa maupun kecamatan,” katanya.
Arismaya belajar dari kegagalan tersebut. “Ada juga bukti dukungan di suatu wilayah yang kami perkirakan banyak yang memenuhi syarat, tapi ternyata kok sedikit. Seperti di tiga kecamatan kota kan basis jemaah (Gus Jaddin) semua. Perkiraan kami yang memenuhi syarat 70 persen. Tapi kok malah 50 persen,” katanya.
“Ke depan ini jadi pelajaran, tidak boleh lagi terjadi. Kami perlu menyiapkan petugas kami di bawah supaya mengawal verifikasi. Kami dampingi penyelenggara selama proses verifikasi faktual. Kami akan siapkan LO sampai level RW,” kata Arismaya.
“Intinya tidak problem. Kami juga tidak begitu kaget. Siapa yang mau membiarkan calon independen lolos. Ternyata memang kami harus fight betul, karena tantangannya banyak,” kata Arismaya. [wir]






