Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) maksimal 3 tahun. Menurutnya, hal itu sesuai undang-undang ASN (Aparatur Sipil Negara) pasal 131 A dan 135 A.
“Jadi, 3 tahun itu maksimalnya karena memang berdasarkan Undang-undang ASN yang baru ini, jabatan Sekda itu tidak ada bedanya dengan jabatan kepala dinas,” kata Eri usai pelantikan di lobby lantai 2 Balai Kota Surabaya, Rabu (25/1/2023).
Eri menyebut setelah 3 tahun nantinya akan dilakukan seleksi kembali. “Makanya, maksimal 3 tahun nanti akan saya putar, kepala dinas juga akan saya putar. Saya ingin siapa pun yang menduduki jabatan di Pemkot Surabaya adalah orang-orang pilihan yang mempunyai kemampuan untuk merubah Surabaya menjadi lebih baik,” katanya.
Eri juga menjelaskan kontrak kinerja Sekda. Yaitu, angka kemiskinan harus turun, pengangguran harus turun, angka stunting harus nol yang kasus baru, dan angka kematian ibu dan anak juga harus turun, serta persentase Indeks Gini juga harus turun.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sekda-kota-surabaya”]
Kalau misalnya setahun tidak terpenuhi kontrak kinerjanya, maka bisa diberhentikan. “Termasuk MCP (Monitoring Center Prevention). Jadi, temuan Inspektorat sebelum-sebelumnya harus diselesaikan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melantik Ikhsan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Mantan Kepala Inspektorat Kota Surabaya itu menggantikan posisi PJ Sekda Erna Purnawati. Awalnya, ada tiga kandidat calon Sekda Surabaya yang telah memenuhi syarat administrasi.

Seluruh kandidat merupakan pejabat Eselon II di lingkup Pemkot Surabaya. Yakni, Inspektur Kota Surabaya Ikhsan, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Lilik Arijanto serta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya, Rachmad Basari.
Pelantikan Sekda Ikhsan setelah nilai dari panitia seleksi disetorkan ke pemerintah pusat dan Gubernur Jatim. Eri mengaku bersyukur karena telah melantik Sekda definitif setelah melalui proses panjang dengan seleksi terbuka. “Yang terpilih akhirnya nilainya yang paling tinggi, sehingga hari ini bisa dilantiklan Sekda Kota Surabaya, Pak Ikhsan,” kata Eri. [asg/suf]






