Surabaya (beritajatim.com) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membangun gedung Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) untuk mendukung pendidikan tenaga medis. Proyek ini resmi dimulai dengan seremoni groundbreaking pada Jumat (14/2/2025), di sebelah Science Technopark ITS.
Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati menjelaskan bahwa proyek ini telah diajukan sejak 2022 dan baru dimulai pada awal 2025. “Pembangunan ini diproyeksikan selesai pada Juli 2025,” ungkapnya.
Sebagai institusi berbasis teknologi, ITS merancang kurikulum FKK yang mengintegrasikan ilmu medis dan teknologi mutakhir. 20 persen materi akan membahas perkembangan teknologi kesehatan, seperti kecerdasan buatan (AI), data sains, dan ilmu genomik.
“Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi diagnosis, pengobatan, dan riset medis, serta mencetak dokter yang unggul dalam keterampilan klinis dan adaptif terhadap revolusi industri 4.0,” katanya.
Gedung lima lantai ini menyediakan ruang untuk perkuliahan, administrasi, laboratorium, dan keterampilan medis. Selain itu, dilengkapi auditorium dengan kapasitas 200 mahasiswa. Fasilitas seluas 7.284,76 meter persegi ini mendukung ITS dalam mencetak dokter andal.
“Proyek ini menjadi representasi kesiapan ITS dalam mencetak dokter masa depan yang terdepan dalam ilmu kesehatan dan adaptif terhadap teknologi,” ujar Bambang.
Proyek ini juga mendukung tujuan SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas. Bambang berharap proyek selesai sesuai jadwal agar mahasiswa dapat segera menikmati fasilitas modern. “Dengan dukungan fasilitas ini, kami berharap mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi mereka secara optimal,” tutupnya. [ipl/ian]






