Malang (beritajatim.com) – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) melalui Program Studi Teknik Geodesi S-1 menerima hibah berupa drone canggih DJI Mavic 3 Enterprise dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Penyerahan hibah ini berlangsung pada 16-19 Oktober 2024 di R Hotel Rancamaya, Bogor, bersamaan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara 11 perguruan tinggi dengan ATR/BPN.
Drone senilai lebih dari Rp190 juta ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di ITN Malang. Kaprodi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Dedy Kurnia Sunaryo, menandatangani PKS bersama Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Ir. Virgo Eresta Jaya, M.Eng.Sc., pada Jumat (18/10/2024).
Dedy Kurnia menyampaikan bahwa hibah ini sangat bermanfaat bagi pengembangan keterampilan mahasiswa, terutama dalam bidang pemetaan udara dan lidar.
“Dengan teknologi drone ini, mahasiswa dapat belajar menggunakan perangkat terkini, sekaligus berkontribusi dalam pemetaan wilayah yang belum terpetakan,” ujar Dedy pada Selasa (22/10/2024).
Drone DJI Mavic 3 Enterprise ini diharapkan dapat mempercepat pemetaan pertanahan di berbagai wilayah, khususnya Jawa Timur, yang masih membutuhkan data 3D yang lebih lengkap. Proses pemetaan akan lebih efisien dengan kemampuan drone ini menghasilkan ortofoto yang akurat. Targetnya, drone ini dapat mencakup minimal 4000 hektar dalam waktu tiga tahun.
Sebelum serah terima, dosen Teknik Geodesi ITN Malang, termasuk Dedy Kurnia dan Ketut Tomy Suhari, mengikuti pelatihan teknis penggunaan drone. Pelatihan ini bertujuan agar para dosen bisa mengajarkan mahasiswa secara teknis dalam pengoperasian drone untuk survei dan pemetaan.
Dengan kolaborasi ini, ITN Malang diharapkan dapat berperan aktif dalam berbagai proyek pemetaan nasional, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan industri di masa depan. [dan/beq]






