Gresik (beritajatim.com)- Islamic Center di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, dalam waktu dekat akan dilengkapi fasilitasnya. Rencananya, pemerintah daerah setempat bakal meniru fasilitas digitalisasi seperti di Gallery Rasullulah Masjid Al Jabar Bandung.
Demi meniru konsep digitalisasi tersebut, Bupati Fandi Akhmad (Gus Yani) dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan studi tiru di masjid termegah di Jawa Barat itu.
“Saya melakukan kunjungan ke Gallery Rasullulah Masjid Al Jabar terinspirasi ingin membesarkan Islamic Center yang nantinya dikonsep dengan digitalisasi layaknya museum di luar negeri,” ujarnya, Senin (22/7/2024).
Ia menambahkan, setelah dari Bandung, dirinya memberi informasi kepada masyarakat terkait dengan adanya digitalisasi di Islamic Center Gresik.
“Proyek Islamic Center akan terus dilanjutkan meski sudah ada bangunan yang berdiri. Sesuai rencana ada satu bangunan segera dibangun dengan konsep dilengkapi digitalisasi art supaya menjadi daya tarik masyarakat,” imbuhnya.
Nanti digitalisasi di Islamic Center, lanjut Gus Yani, lebih difokuskan pada konten kearifan lokal plus edukasi kepada pelajar. “Dari situ konsepnya lebih menceritakan sejarah masuknya Islam di Kabupaten Gresik,” paparnya.
Sementara Manager Operasional Galeri Rasulullah Masjid Al Jabar, Edian Rudiana mengatakan, Masjid Al Jabar yang dilengkapi Gallery Rasullulah berawal dari Masjid Agung Bandung. Kemudian diganti menjadi Masjid Raya Bandung. Seiring berjalan waktu, diubah lagi menjadi nama masjid sampai sekarang. Dimana, arsiteknya dari mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
“Gallery Rasulullah ini berdiri 27 Maret 2023. Dibuat 70 persennya isinya teknologi digitalisasi. Selebihnya ada diorama dan tulisan mengenai sejarah Islam dan Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Dijelaskan Edian Rudiana, di dalam gallery ini ada 5 sejarah yang digambarkan dengan cara digitalisasi. Pertama, mengenai sejarah Islam, kenabian, sejarah Kota Mekkah, Madinah dan sejarah Islam di Jawa Barat.
“Semuanya visual serba digital mulai dari sejarah islam, Nabi Muhammad SAW hingga masuknya Islam di tanah Pasundan. Setiap hari ada 600 orang yang mengunjungi Gallery Rasulullah dan dibuka hanya Rabu hingga Minggu,” pungkasnya. [dny/suf]






