Surabaya (beritajatim.com) – Ketidakpastian keikutsertaan Timnas Iran di ajang FIFA World Cup 2026 memicu spekulasi mengenai kemungkinan pergantian peserta dari zona Asia.
Regulasi FIFA memungkinkan adanya tim pengganti dari konfederasi yang sama jika suatu negara mengundurkan diri atau dikeluarkan dari turnamen.
Dalam skenario yang berkembang, United Arab Emirates national football team (UEA) disebut sebagai kandidat paling kuat untuk menggantikan Iran.
Hal ini karena UEA merupakan tim dengan peringkat tertinggi di Asia yang gagal lolos ke putaran final, meskipun sebelumnya kalah dari Iraq national football team pada babak playoff kontinental.
Alternatif lain yang dipertimbangkan adalah mempromosikan Irak langsung ke Grup G Piala Dunia. Jika opsi itu terjadi, posisi Irak di babak playoff interkontinental akan diisi oleh UEA yang dijadwalkan menghadapi salah satu dari dua wakil Amerika Selatan atau Karibia, yakni Bolivia national football team atau Suriname national football team pada pertandingan yang direncanakan berlangsung 31 Maret mendatang.
Respons FIFA Soal Situasi Iran
Menanggapi isu tersebut, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, mengakui bahwa organisasi sepak bola dunia itu tengah menghadapi situasi yang kompleks. Namun ia belum memberikan keputusan konkret terkait kemungkinan perubahan peserta.
Berbicara dalam pertemuan tahunan International Football Association Board di Cardiff, Wales, Grafström mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan situasi global yang memengaruhi turnamen.
“Saya membaca berita pagi ini sama seperti Anda. Kami mengadakan rapat hari ini dan masih terlalu dini untuk memberikan komentar secara rinci, tetapi kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia,” kata Grafström, dikutip dari ESPN.
Ia menegaskan bahwa fokus utama FIFA saat ini adalah memastikan turnamen berlangsung aman dan diikuti seluruh tim yang telah lolos.
“Kami tetap fokus pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim yang berpartisipasi,” ujarnya, seraya mengingatkan bahwa seluruh negara peserta telah mengikuti undian final yang digelar di Washington, D.C. pada Desember lalu.
Iran Isyaratkan Tidak Bisa Ikut
Sementara itu, Presiden Iran Football Federation, Mehdi Taj, menyatakan peluang Iran tampil di Piala Dunia semakin kecil setelah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.
Dalam wawancara di televisi Iran, Taj bahkan menyebut situasi yang terjadi membuat keikutsertaan negaranya hampir mustahil.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan oleh Amerika Serikat itu, tidak mungkin kami bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para petinggi olahraga yang harus memutuskan hal itu,” ujarnya.
Pada undian resmi turnamen, Iran sebenarnya tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Seluruh pertandingan fase grup tim tersebut dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat, termasuk dua laga di SoFi Stadium, Los Angeles, serta satu pertandingan di kota Seattle.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri sudah terasa sejak masa persiapan turnamen. Iran bahkan sempat mengancam memboikot undian Piala Dunia setelah pemerintah AS menolak pemberian visa kepada sejumlah anggota delegasi mereka. (ted)






