Lamongan (beritajatim.com) – Realisasi investasi di Kabupaten Lamongan sepanjang tahun 2025 berjalan cukup progresif, dengan nilai yang tercatat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencapai Rp1,9 triliun hingga periode triwulan III.
Capaian ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilai $Rp371.046.281.082$ dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai $Rp1.567.574.473.579$. Angka realisasi yang sudah tinggi ini membuat pemerintah daerah Lamongan optimistis target investasi tahunan akan tercapai penuh.
Kepala DPMPTSP Lamongan, Etik Sulistyani, memastikan bahwa dengan capaian di triwulan III tersebut, pihaknya yakin dapat memenuhi target realisasi investasi 2025 yang ditetapkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
“Target Realisasi Investasi di tahun 2025 adalah senilai $Rp2.202.785.636.321$. Naik 3 persen dibandingkan dengan total realisasi investasi di tahun 2024. Sampai dengan saat ini atau tribulan III, tren realisasi investasi dalam kondisi baik, yaitu pada posisi kurang 9 persen dari target realisasi tahun 2025, yang optimis tercapai pada tribulan IV tahun 2025,” kata Etik, Rabu (3/12/2025).
Realisasi investasi di Kabupaten Lamongan didominasi oleh sektor industri makanan, yang tercatat sebesar 30,5 persen. Sektor strategis lainnya yang menopang investasi adalah industri barang dan jasa (16,2 persen), perumahan (16,2 persen), perdagangan (13,6 persen), transportasi (8,3 persen), dan sektor lainnya sebesar 15,2 persen.
Etik menyebut, ada sejumlah faktor utama yang memengaruhi peningkatan investasi Lamongan. Faktor tersebut meliputi infrastruktur yang semakin baik dan akses logistik yang mudah. Selain itu, ketersediaan lahan industri cukup luas, dengan potensi sektor investasi yang beragam, mulai dari pertanian, perikanan, industri, hingga jasa.
“Lamongan memiliki posisi strategis dalam jaringan ekonomi Jawa Timur. Iklim investasi yang kondusif dan kemudahan perizinan, juga menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya aktif untuk menarik investor baru. Upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan infrastruktur dan jalur distribusi, termasuk keberadaan Jalan Lingkar Utara (JLU), penyediaan kawasan industri dan lahan siap investasi, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan.
“Promosi investasi aktif kami lakukan. termasuk menjaring investor asing. Kami juga menjalin kolaborasi dengan provinsi dan lembaga pendukung investasi,” ucap Etik. [fak/beq]






