Pasuruan (beritajatim.com) – Beberapa.waktu lalu, DPRD Kabupaten Pasuruan sempat menggaungkan hak interpelasi terhadap keputusan mutasi jabatan Pj Bupati Pasuruan.
Namun usulan dari dua fraksi dalam rapat paripurna internal DPRD Kabupaten Pasuruan pada 7 Maret 2024 tidak mendapatkan persetujuan mayoritas fraksi.
Sebagai gantinya, forum tersebut menyepakati pembentukan panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki polemik Kopi Kapiten yang belakangan mencuat.
Rapat paripurna tertutup itu berlangsung selama dua jam. Fraksi PKB dan PPP yang sebelumnya mengusulkan hak interpelasi, akhirnya harus mengalah karena tidak mendapat dukungan dari fraksi lain.
“Dua fraksi sudah menyampaikan argumentasi mereka, intinya interpelasi penting untuk mengetahui banyak hal yang dirasa tidak sesuai dalam mutasi jabatan, tetapi mayoritas menyatakan tidak perlu, ya sudah,” kata Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan.
Sementara itu, usulan pembentukan pansus untuk Kopi Kapiten disetujui secara bulat oleh semua anggota dewan.
“Pansus dibentuk dengan 15 anggota lintas fraksi. Distribusi anggota fraksi sudah proporsional, dan mereka memiliki waktu paling lama enam bulan untuk menyelesaikan tugasnya,” jelas Dion.
Ketua Pansus Tata Kelola Kopi Khas Kabupaten Pasuruan Najib mengatakan, pihaknya akan mengurai permasalahan kopi tersebut secara menyeluruh.
“Selama ini saya belum pernah tahu dan merasakan apa itu Kopi Kapiten. Kalau memang itu unggulan Kabupaten Pasuruan, kan di warung-warung mestinya ada. Nah kami masuknya dari situ dulu,” kata Najib.
Najib memastikan pansus akan bekerja semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugasnya sebelum tenggat waktu. Ia berharap hasil kerja pansus nantinya dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat tentang Kopi Kapiten.
“Sehingga masyarakat bisa tahu apa sih sebenarnya Kapiten itu,” ungkapnya.
Pansus juga akan menelusuri pencetus Kopi Kapiten dan pengelolaan anggarannya jika program tersebut dijalankan oleh pemerintah.
“Anggarannya dari mana dan golnya seperti apa. Banyak hal lah yang nanti jadi concern kami, mohon doanya saja,” bebernya. (ada/ted)






