Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan event skala internasional dalam bentuk international visiting scholar. Dalam event ini hadir pembicara utama Dr. Wathanan Srinin yang merupakan pakar manajemen budaya dari Prince of Songkla University (PSU), Thailand.
Dr Wathaan membahas tentang harmonisasi bisnisi di lingkup Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang Nur Diana SE, MSI, CMA, CBV, CERA, menjelaskan bahwa acara ini untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.
Fakultas favorit di Unisma yang sudah mendapat akreditasi internasional FIBAA Jerman dan Terakreditasi Unggul dari Lamemba dan BAN PT ini menyelenggarakan ini ingin membahas secara mendalam budaya manajemen level internasional. Diana mengapresiasi kehadiran Dr. Wathanan yang bicara wawasan internasional bidang manajemen budaya.
“Agenda international visiting scholar ini begitu penting. Terutama mengupas tentang manajemen budaya dalam konteks global, terutama di kawasan ASEAN yang memiliki keragaman budaya yang kaya,” ungkap Diana melalui keterangan tertulis pada Kamis (2/5/2024).
Dekan FEB Unismaberharap insight dan pengetahuan yang dibagikan oleh Dr. Wathanan berharga bagi mahasiswa, dosen, dan praktisi bisnis. Keberadaan Dr. Wathanan sebagai pembicara utama memberikan perspektif luas dan mendalam tentang pentingnya memahami budaya dalam manajemen bisnis, dan untuk bisa menghasilkan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
“Acara ini penting untuk kolaborasi lintas-budaya dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Kami mengapresiasi Dr. Wathanan atas kontribusinya dalam memperkuat kesadaran akan hal tersebut,” ujar Diana.
Dikatannya, Dr. Wathanan telah berpengalaman dan terus membawa manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun praktik manajemen budaya di wilayah ASEAN dan di seluruh dunia. Saat ini telah terjalin hubungan baik antara FEB Unisma dengan Prince Songkla University Thailand.
“Banyak kolaborasi internasional yang sudah terjalin diantaranya student exchange, mobility student, visiting lecturer, join research baik di kalangan mahasiswa dosen maupun kelembagaan yang berimbas pada recognition internasional,” tutup Diana.
Sementara itu, Dr. Wathanan Srinin menekankan urgensi pemahaman tentang budaya dalam konteks manajemen bisnis di era globalisasi. Pemahaman budaya bukan sekadar tambahan, melainkan suatu keharusan, terutama di wilayah yang kaya akan keragaman budaya.
Melalui acara yang bertema Harmonizing Diversity: Cultural Management in the ASEAN corporations ini, Wathanan menggambarkan kemampuan untuk mengelola keberagaman budaya dengan efektif. Hal itu menjadi faktor penentu keberhasilan suatu perusahaan.

“Memahami budaya adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif di perusahaan di kawasan ASEAN. Banyak contoh kasus dan temuan terbaru dalam penelitian yang memberi wawasan mendalam tentang manajemen yang efektif terhadap keberagaman budaya dapat meningkatkan produktivitas dan kerjasama di perusahaan,” ujarnya.
Dosen PSU Thailand ini menyoroti peran penting dari kecerdasan budaya dalam membangun komunikasi yang efektif. “Kecerdasan budaya dapat memfasilitasi negosiasi yang sukses, dan memperkuat hubungan kerjasama di antara individu dengan latar belakang budaya yang beragam,” kata dengan tegas.
Acara yang dihadiri mahasiswa, dosen dan jajaran pimpinan FEB Unisma inipun menjadi kesempatan berharga bagi peserta. Mereka dapat memperluas pemahaman mereka tentang pentingnya manajemen budaya yang efektif dalam lingkungan bisnis yang semakin terhubung secara global. [dan/aje]






