Malang (beritajatim.com) – Susu kambing yang identik dengan bau prengus berhasil disulap oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi produk kesehatan premium bernilai tinggi.
Melalui inovasi ‘Embik Eco Green Farm,’ Luqman Hakim Arifin dan tim tidak hanya menciptakan susu kambing tinggi Omega 3, tetapi juga membangun bisnis terintegrasi yang memberdayakan kelompok difabel.
Inovasi ini terbukti sukses mengantarkan tim yang terdiri dari lima mahasiswa UMM tersebut lolos sebagai delegasi untuk berkompetisi di Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025. Ajang bergengsi ini digelar di Universitas Tidar, Magelang, pada 19-21 November 2025.
Bintang utama dari bisnis yang telah meraih pendanaan P2MW selama dua tahun berturut-turut (2024-2025) ini adalah Susu Kambing Tinggi Omega 3. Luqman Hakim Arifin, mahasiswa Agribisnis UMM angkatan 2023, menjelaskan bahwa inovasi utamanya terletak pada pakan khusus untuk kambing perah jenis Savera.
Riset pakan ini menghasilkan susu dengan nilai fungsional yang jauh melampaui susu biasa. “Kandungan dari susu kambing itu empat kali lipat dari susu sapi,” tegas Luqman pada beritajatim.com, Kamis (13/11/2025).
Hebatnya, melalui proses khusus, mereka berhasil menghilangkan total bau prengus yang selama ini menjadi keluhan utama konsumen. Inovasi ini bahkan dikembangkan lebih lanjut menjadi produk turunan berupa es krim susu kambing.
Kandungan premium dan hilangnya bau tak sedap membuat produk mereka kini direkomendasikan oleh dokter sebagai susu terapi untuk membantu pemulihan penyakit organ dalam, seperti paru-paru dan jantung.
Bisnis yang bernama lengkap “Embik Eco Green Farm an Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation” ini berawal dari latar belakang keluarga Luqman sebagai peternak kambing pedaging.

“Latar belakangnya itu dari peternak kambing biasa, yang di mana fokusnya itu di pedaging saja, jualnya per ekor per ekor. Hal ini pula yang mengarahkan fokus kami pada kambing perah jenis Savera dan Etawa,” ujar Luqman.
Kini, bisnis mereka tidak hanya berfokus pada susu. Embik Farm mengembangkan tiga lini produk unggulan, yaitu Susu Kambing Tinggi Omega 3, produk utama yang berfokus pada kesehatan.
Kemudian ada kambing unggul, pembibitan kambing berkualitas dari ras Senduro, Kaligesing, Jawa, dan Boer yang dikenal produktif dan berpostur besar. Selain itu ada pupuk organik, pemanfaatan kotoran kambing yang diolah menjadi pupuk padat dan cair, diperkaya kalium dari serabut kelapa yang efektif untuk urban farming.
Secara bisnis, Embik Farm menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Omzet kotor dari ketiga lini produk mereka kini telah mencapai angka hampir dua digit per bulan, didukung oleh enam titik reseller yang tersebar di Kabupaten Malang.
Sejalan dengan nama usahanya, aspek sosial menjadi prioritas utama. Mereka menjalankan program Disability Friendly secara konsisten.
“Kelebihan produksi susu kami alokasikan untuk lansia dan keluarga disabilitas di desa,” jelas Luqman.
Selain itu, mereka juga aktif memberdayakan warga setempat, termasuk yang memiliki keterbatasan mental, untuk membantu dalam operasional kandang.
Keberhasilan ini, menurut Luqman, tidak lepas dari bimbingan intensif dosen pembimbing, Dr. Akhis Soleh Ismail, S.Pt., serta fasilitas yang disediakan oleh UMM. Ia juga menyoroti program P2MW sebagai katalis utama bisnisnya.
“P2MW ini sangat-sangat berpeluang, kita didanai diberi hadiah uang jutaan hanya untuk meningkatkan bisnis individu mahasiswa, tanpa risiko, jadi jangan pernah takut mencoba,” pungkasnya. (dan/ted)






