Ponorogo (beritajatim.com) – Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kabar duka datang dari Arab Saudi. Salah satu jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo meninggal dunia. Jemaah haji tersebut bernama Mbah Sinto yang sudah berumur 92 tahun. Mbah Sinto menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit King Faisal Mekkah pada waktu kemarin (20/6) sore pukul 18.45 waktu Makkah.
Kabar meninggalnya satu jemaah haji asal Ponorogo yang bernama Mbah Sinto itu dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo M. Nurul Huda. Dia mendapatkan kabar duka itu pada Selasa (20/6) malam dari petugas haji yang berada di Arab Saudi. Almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit King Faisal Mekkah.
“Almarhum sudah tua, sehingga sakitnya ya kelelahan. Di rawat di rumah sakit di Mekkah,” kata Nurul Huda, Rabu (21/06/2023).
Almarhum belum sampai melakukan ibadah haji. Sebab, saat masih akan persiapan untuk ke Arofah. Namun, diperkirakan Mbah Sinto sudah melakukan ibadah umrah dan ibadah salat di Masjidil Haram.
“Kira-kira sudah melakukan umrah minimal sekali. Sebab untuk umrah sudah berapa kali tergantung dari jemaah haji itu sendiri di sana,” katanya.
Jemaah haji asal Ponorogo yang meninggal itu, masuk dalam rombongan pertama kelompok terbang (kloter) 10, yang berangkat sebanyak 497 orang. Sinto sedianya berangkat pada waktu musim haji pada waktu pandemi Covid-19 lalu, namun waktu itu gagal berangkat. Karena kebijakan Pemerintah Arab Saudi waktu itu membatasi usia yang boleh berhaji pada usia maksimal 65 tahun.
BACA JUGA:
Kisah ‘Kaji Nunut’ Asal Jombang, Naik Haji Bawa Uang Rp 54 Ribu
Dengan pandemi yang sudah mulai berakhir, akhirnya Pemerintah Arab Saudi melonggarkan kebijakan tersebut. Sehingga Mbah Sinto bisa berangkat ke tanah suci pada tahun ini.
Mbah Sinto merupakan jemaah haji asal Ponorogo tertua nomor 2 yang berangkat ke Arab Saudi. Jemaah haji tertua yang pertama bernama Salamah asal Desa Ngrandu Kecamatan Kauman Ponorogo dengan usia hampir 93 tahun. [end/but]






