Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah calon jemaah haji (CJH) yang akan berangkat pada tahun 2024 ini sudah jauh hari melakukan persiapan. Jadwal keberangkatan ibadah haji Indonesia pada gelombang dan kloter pertama dilakukan pada 11 Mei 2024.
Beberapa tahapan sudah dilakukan. Di antaranya pada Januari 2024, sebanyak 1.300 orang calon jemaah haji sudah melakukan tes kesehatan. Dari tes kesehatan itu, jika diketahui sedang sakit maka harus menjalani pengobatan hingga dinyatakan istitoah.
Menurut Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bojonegoro, Muh Abdulloh Hafith, rata-rata dari tes kesehatan ini banyak CJH yang dinyatakan belum istito’ah karena sakit.
“Kalau sakit, maka harus menjalani pengobatan dulu. Setelah dinyatakan istito’ah baru melakukan tahapan berikutnya, yakni pelunasan biaya perjalanan ibadah haji,” ujarnya, Rabu (24/1/2024).
Saat menjalani tahapan tes kesehatan, beberapa calon jamaah haji Bojonegoro yang mendaftar pada 2011-2012 dan dijadwalkan berangkat 2024 ini ada sedikitnya 50 orang yang dinyatakan sakit. Rata-rata sakit struk, TBC, tekanan darah tinggi, maupun gagal ginjal.
Selanjutnya, pada tahapan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) tahap pertama jika tidak bisa melunasi maka tidak ada waktu perpanjangan. Sehingga dinyatakan tidak istitoah dan tidak bisa berangkat, kecuali belum bisa pelunasan karena kegagalan sistem.
“Bagi yang tidak bisa melunasi karena kegagalan sistem, ada perpanjangan atau pelunasan tahap kedua, yakni tanggal 20 Februari-8 Maret 2024,” terangnya.
Tetapi soal ekonomi, menurutnya, sebagian besar CJH rata-rata sudah siap. Karena pada Oktober 2023, para CJH reguler maupun yang masuk kuota cadangan sudah diundang untuk menyiapkan biaya pelunasan BIPIH, menyelesaikan manasik, mempersiapkan kesehatan, bekal yang dibawa untuk sunah haji, uang saku dan lainnya. [lus/beq]






