Gresik (beritajatim.com) – Ada pesan khusus dari Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani terhadap pengelola Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik usai dikukuhkan di aula masjid. Pertama, bagaimana caranya menghidupkan masjid, sehingga menjadi lebih ramai dan nyaman bagi masyarakat. Kedua, menyiapkan segala fasilitas yang memudahkan dan membuat nyaman masyarakat untuk berlama-lama di masjid. Terutama kemudahan bagi mereka saudara-saudara kita yang inklusif.
“Saya nitip dua pesan khusus itu kepada pengelola Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim yang baru,” ujar Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Jumat (26/05/2023).
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menuturkan, masjid memiliki banyak fungsi dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga memiliki fungsi sosial termasuk di dalamnya mencari ilmu dan tempat berjuang.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/jemaah-haji-kabupaten-gresik-berangkat-ke-tanah-suci/
“Di era sekarang fungsi masjid tidak hanya tempat beribadah saja. Tapi lebih dari itu, kalau bisa bagaimana memakmurkan masjid. Ini yang saya titipkan kepada pengurus yang baru,” tuturnya.
Kepengurusan Mesjid Agung Gresik yang baru dibawah nahkoda KH. Fathoni Abdusyukur ini, akan mengemban amanah hingga tahun 2027. Disamping itu, ada beberapa nama seperti Sekda Gresik Akhmad Washil Miftahul Rachman, dan KH. Mansur Muhtarom yang juga masuk dalam dewan pengawas dan dewan syari’ah.
“Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah SWT, tuhan yang maha esa senantiasa memberikan taufik, hidayah, dan rahmat serta barokahnya untuk kita,” ungkap Fandi Akhmad Yani.
Pengukuhan pengurus Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim yang baru juga dihadiri oleh Wabup Aminatun Habibah, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, PCNU Gresik, dan PD Muhammadiyah Gresik. [dny/kun]






