Ponorogo (beritajatim.com) – Meski belum beroperasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantarangin sudah memiliki direktur, meski jabatan itu masih sebatas Pelaksana Tugas (Plt).
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menunjuk drg. Enggar Tri Adji sebagai Plt. Direktur rumah sakit yang berada di Kecamatan Kauman tersebut.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, menjelaskan alasan di balik penunjukan ini. Pertimbangan orang nomor satu di Ponorogo itu, tidak lain karena pengalaman drg. Enggar itu sendiri. Yang bersangkutan pernah menjabat sebagai wakil direktur di RSUD dr. Harjono Ponorogo.
“drg. Enggar sarat pengalaman, pernah jadi wadir di RSUD dr. Harjono Ponorogo,” kata Bupati Sugiri Sancoko, ditulis Sabtu (23/09/2023).
Selain pengalaman yang dimiliki, drg. Enggar juga terkenal dengan etos kerja yang tinggi, loyalitas, komitmen, serta integritas yang tinggi. Semua kualitas ini dianggap sangat penting dalam memimpin rumah sakit plat merah ke-2 yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo.
“Bantuan drg. Enggar diharapkan akan membawa standar pelayanan di rumah sakit Bantarangin ke level yang lebih tinggi. Bisa memberikan kenyamanan kepada pasien dan keluarga mereka saat berobat,” ujar Sugiri Sancoko.
Baca Juga: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Tepis Stigma Negatif Gemblak
Kang Giri juga menambahkan bahwa pihaknya berencana untuk menjadwalkan operasional rumah sakit Bantarangin pada bulan November mendatang. Sehingga diharapkan dapat melayani masyarakat di wilayah barat Ponorogo.
Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di RSUD Bantarangin, idealnya akan diperlukan sekitar 85 hingga 125 tenaga kesehatan. Namun, dalam tahap awal operasional, hanya 85 tenaga kesehatan yang akan tersedia. Penunjukan drg. Enggar Tri Adji sebagai Plt. Direktur Rumah Sakit Bantarangin Kauman, menandai langkah penting dalam persiapan penyediaan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Ponorogo. Diharapkan, dengan pengalaman dan komitmen yang dimilikinya, rumah sakit akan menjadi salah satu fasilitas perawatan kesehatan terkemuka di wilayah tersebut. Rencananya, rumah sakit itu akan dilounching pada awal November ini.
“Untuk SDM-nya, nanti akan ada sedikitnya 80 nakes,” pungkasnya. (End/ted)






