Ngawi (beritajatim.com) – Nampak dalam video yang viral, perahu penyeberangan di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi terseret derasnya arus Sungai Bengawan Solo setempat, Jumat (19/11/2021) sekitar pukul 10.00 siang.
Perahu yang membawa empat sepeda motor dan delapan orang penumpang dari Dusun Blandongan Desa Sidolaju menuju Pelang Lor Kecamatan Kedunggalar itu terbawa arus setelah mengalami mati mesin.
Pengemudi perahu terus berusaha menghidupkan mesin perahunya yang mati. Hanya saja baling-baling perahu dipenuhi oleh sampah. Mesin perahu baru hadup setelah pengemudi berhasil membersihkan sampah yang ada dibaling-baling tersebut.
Pasca kejadian penumpang yang hendak menyeberang diwajibkan memakai pelampung bantuan dari pemerintah setempat. Debit air di Sungai Bengawan Solo terus naik sejak kemarin. Sejumlah perahu penyeberangan yang ada di sepanjang aliran sungai memilih tidak beroperasi. Selain arusnya deras juga bercampur sampah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”perahu-tenggelam”]
“Untuk hari ini dan kemarin debit air naik. Sejumlah penyeberangan banyak yang berhenti. Satu titik beroperasi. Karena transportasi masyarakat sangat dibutuhkan. Tadi terjadi macet mesin perahu setelah tersumbat sampah. Insiden kecil itu alhamdulilah semua penumpang selamat,” ungkap Slamet Riyadi SAR MTA Ngawi.
Pemantauan debit air disungai itu terus dilakukan oleh relawan dan SAR Ngawi siang malam. Diimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di sepanjang aliran sungai tersebut. Apalagi intensitas hujan masih tinggi. Banjir sewaktu-waktu bisa datang. [fiq/suf]






