Mojokerto (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto menggelar debat publik perdana Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mojokerto, Jumat (25/10/2024). Lembaga penyelenggara Pemilu ini menghadirkan lima panelis dari profesional dan akademisi.
Dalam debat publik dengan tema ‘Menyelesaikan Persoalan Daerah dan Memperkokoh NKRI serta Kebangsaan’ tersebut digelar di salah satu hotel di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Kelimanya yakni, Dosen Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember Deasy Wulandari.
Dosen Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo Ahmad Hudri, Dosen Hubungan Internasional Fisip Universitas Muhammadiyah Malang Muhammad Subhan, Dosen S1 Manajemen Universitas Muhammadiyah Lamongan Rudi Wibowo dan Ceo media online Bacaini.id serta jurnalis Tempo Hari Tri Wasono.
Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM), KPU Kota Mojokerto, Yahya Sachrul Wahyu Iman Asyidiq mengatakan, ada lima panelis terdiri profesional satu orang, dan empat orang akademisi dari kampus yang berada di Jawa Timur.
“Pelaksanaan debat publik mengacu pada Pasal 19 ayat (1) Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2024, yang mewajibkan debat digelar sebanyak tiga kali. Debat akan berlangsung selama 180 menit, termasuk jeda Iklan Layanan Masyarakat,” ungkapnya, Kamis (24/10/2024).
Setiap pasangan calon akan diizinkan membawa 60 orang yang terdiri dari pendukung, keluarga dan Pengawal Pribadi (Walpri). Untuk debat publik kedua Pilwali Mojokerto akan digelar pada tanggal 4 November 2024, sementara untuk debat publik ketiga pada tanggal 14 November 2024.
“Debat kedua akan membahas tema memajukan daerah dan menyerasikan pembangunan daerah dengan pemerintah pusat. Sementara, debat ketiga akan mengangkat tema meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Mojokerto 2024 diikuti oleh dua paslon yakni nomor urut satu Junaedi Malik-Chusnun Amin, dan nomor urut dua Ika Puspitasari-Rachman Sidharta Arisandi. [tin/but]






