Surabaya (beritajatim.com) – Tiga pelaku Deep Fake tiga Gubernur yakni
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi memiliki peran berbeda.
HMP (32) menjadi dalang utama. Ia membuat akun TikTok, mengedit video para gubernur dengan AI, dan membuat narasi penipuan.
Sementara HMP ini otak kejahatan. Dia yang merekayasa video dan membuat seolah-olah gubernur berbicara menawarkan motor murah.
Dirressiber Poda Jatim Kombes Pol Bagoes Wibisono mengatakan, setelah video dibuat, HMP menyerahkannya ke UP (24). Tugas UP adalah mengunggah video tersebut ke akun TikTok dan menyediakan rekening tujuan untuk menerima transfer dari korban.
Sementara itu, AH (34) bertugas menjadi operator WhatsApp admin. Ia berperan membujuk korban melalui pesan teks agar mau mentransfer uang, seolah-olah sedang memesan motor murah dari gubernur.
“Jaringan ini terorganisasi rapi. Mereka membagi tugas untuk memaksimalkan penipuan,” lanjut Bagoes.
Selama tiga bulan beroperasi, ketiga pelaku meraup Rp87,6 juta dari korban yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Maluku Utara.
Barang bukti yang diamankan termasuk satu unit HP Vivo, HP Poco, HP Redmi, HP Vivo kedua, HP Realme, empat akun TikTok, satu rekening BRI, satu akun DANA, tiga akun WhatsApp, dan satu akun Gmail. [uci/ian]






