Surabaya (beritajatim.com) – Seorang wanita di Surabaya berinisial FG (30) telah menjadi tersangka dalam kasus penipuan dengan bermodus berjualan make up branded dengan harga miring kepada ratusan konsumennya di berbagai tempat di Indonesia.
Beritajatim.com menemui AI dan NA di sebuah tempat di Surabaya Barat, dua orang inilah yang pertama kali mempromosikan jualan dari FG. Keduanya bisa disebut korban lantaran dengan niat saling membantu hingga rekening AI dijadikan tempat menaruh uang transaksi palsu make up branded yang dijual FG, mereka ramai-ramai disebut sebagai sindikat. Padahal, AI yang seorang model dan NA yang memiliki Make Up Artist sama-sama merasa diperalat oleh FG.
“Saya pertama kali kenal FG karena tinggalnya dekat dengan rumah saya. Jadi saya tetanggaan dengan dia. Sekitar bulan Oktober 2021 kalo saya ga salah,” ujar AI ditemui di Beritajatim.com, Selasa (07/04/2023).
FG mengetahui jika AI adalah model ternama di Surabaya. FG pun mendekati AI dengan cara menitipkan anaknya di rumah AI dengan alasan bermain. AI yang tidak menaruh curiga apapun memperbolehkan anak-anak FG bermain di rumahnya. Bahkan tak jarang, mereka saling bertukar makanan selayaknya tetangga pada umumnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penipuan”]
Pada bulan Desember 2021 akhir, AI dimintai tolong untuk menjualkan make up branded milik FG dengan alasan FG hendak ke luar negeri. Ia pun memposting di Instagram pribadinya. Dari postingan itu, NA yang sudah berteman lama dengan AI akhirnya memesan sejumlah make up ke tersangka. “Aku gamau lewat aku, jadi biar kak NA pesan sendiri ke tersangka,” imbuhnya.
Orderan pertama NA berhasil. Ia menerima make up sesuai dengan yang ia pesan. Setelah selang beberapa waktu, FG pun melancarkan aksinya kembali dengan memunculkan nama Rita yang diketahui belakangan adalah tokoh fiktif yang digunakan FG untuk melancarkan aksi penipuannya.
Kepada AI dan NA, FG mengaku jika Rita adalah teman adiknya di Jakarta yang tertarik dengan kemampuan AI dan NA dalam menjual make up karena latar belakang keduanya. Kepada AI dan NA, FG menawari kerjasama dengan Rita sebagai supplier. “Kami iyakan, karena memang tidak menaruh curiga apapun. Sebelumnya juga dia jualan juga ga ada masalah. Apalagi, rumah FG dijadikan gudang dan ada barangnya (make up),” ujar NA.
Beberapa awal orderan, tidak ada masalah serius. Semua berjalan sesuai dengan yang diceritakan oleh FG. Namun, menjelang awal Februari 2023 semuanya berubah. barang yang datang sering tidak lengkap atau tidak sesuai dengan yang dipesan customer. NA yang hanya membantu mempacking paket pun gusar. Ia lantas curiga dengan Rita, tokoh yang dimunculkan FG.
“Saya sudah mulai ga enak itu. Saya sempat nanya siapa Rita. Namun jawabannya berubah terus. Sampai akhirnya muncul komplain-komplain dari customer. Saya dan AI sampai kena getahnya karena dikira sindikat. Padahal kami juga hanya bantu. Tidak ada aliran dana yang masuk ke rekening saya. Kalau rekening AI kan buat nampung terus ditransfer langsung,” imbuh NA.
Karena geram dan tak kunjung mendapat jawaban, NA dan AI lantas membantu para customer yang tertipu untuk melapor ke Polrestabes Surabaya pada Jumat, (03/03/2023) malam. Mereka juga membawa FG ke kantor polisi. Usai diperiksa, FG mengakui semua perbuatannya. Bahkan, FG membuat video klarifikasi yang menyatakan jika NA dan AI sama sekali tak mengetahui aksi tipu dayanya. (ang/kun)






