Surabaya (beritajatim.com) – Di dunia sekarang ini banyak sekali ide muncul berbagai inovasi seperti teknologi, kebutuhan masyarakat, petani, dan sebagainya. Inovasi ini dikhususkan bagi penciptanya untuk dapat menemukan segala kemudahan, salah satunya inovasi yang sudah terkenal untuk menanam yaitu hidroponik. Beberapa dari Anda mungkin sudah mengetahui cara menanam tanaman tanpa menggunakan tanah pot. Hidroponik Tidak hanya lebih mudah dikelola, tetapi juga lebih sehat dan lebih terjangkau, serta bebas pestisida.
Hidroponik dari kata Yunani memiliki arti air dan pohon, jika disimpulkan berarti bercocok tanam. Oleh karena itu, konsep metode hidroponik adalah menanam tanaman dengan menggunakan air sebagai yang utama dan tidak menggunakan tanah. Alhasil, kepraktisan metode ini membuat sebagian orang, termasuk petani, beralih dari konvensional ke hidroponik. Memang cara ini lebih efisien dan memiliki kelebihan yang tak diragukan lagi. Berikut beberapa keuntungan menanam dengan hidroponik, berikut selengkapnya!
Lebih bersih dan bebas hama
Tentu saja, bertani dengan air sebagai sarana utama memungkinkan produksi tenaga kerja yang jauh lebih bersih dari pada metode tradisional yang bergantung pada tanah. Dengan metode ini, sumber nutrisi diperoleh dari air yang mengalir di sepanjang pipa irigasi tanaman. Selain itu, kualitas tanaman yang diperoleh lebih bersih, bebas dari hama dan penyakit. Hal ini dikarenakan pencegahan dan pengobatan hama tidak menggunakan pestisida dalam proses budidayanya. Hal ini tentu saja memungkinkan masyarakat, terutama petani, untuk menghasilkan hasil panen yang berkualitas baik di pasar. Pada dasarnya kualitas pohon juga dapat menentukan kualitas harga pasar.
Lebih hemat air
Keunggulan selanjutnya dari metode tanam hidroponik ini adalah mudah dalam pengelolaan dan hemat air. Saat air irigasi terus mengalir melalui pipa, air mengalir kembali ke penampungan dan terus berputar saat mengairi tanah. Ini jelas merupakan penggunaan air yang efisien, karena air tidak terbuang percuma dalam proses pertanian. Dibandingkan dengan metode tradisional yang membutuhkan air dalam jumlah besar, metode hidroponik ini memungkinkan tanaman untuk mengambil nutrisi dari jumlah air yang cukup dan kemudian mengalirkan sisa air kembali ke sistem. Oleh karena itu, metode ini cocok untuk daerah dengan iklim tropis.
Tidak membutuhkan lahan yang luas
Hidroponik menghemat ruang dan area tanam, karena tidak membutuhkan tanah. Namun meski di lokasi yang seadanya, cara bercocok tanam ini tetap bisa dipraktikkan. Oleh karena itu, masalah tanah, iklim dan modal tidak lagi menjadi penghalang untuk metode hidroponik ini. Bahkan ketika tanah terbatas, tanaman dan sayuran hidroponik menerima nutrisi melalui larutan air dan diserap secara merata, tepat dan lengkap oleh tanaman. Oleh karena itu, sayuran tumbuh dengan kualitas yang baik. (PTR)






