Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Persepam Pamekasan, Ibnu Jainur Rahman enggan memberikan pembenaran atas beragam kritik pasca timnya dipastikan gagal lolos dari fase Grup D Liga 4 PSSI Jatim, Edisi 2024-2025.
Sebab pada laga pamungkas babak penyisihan grup, Laskar Ronggosukowati dibantai Perseba Bangkalan, dengan skor telak 4 gol tanpa balas, di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Senin (13/1/2025).
Keempat gol tim Ke’ Lesap Bangkalan, seluruhnya dicetak pada 45′ menit interval kedua. Sementara sepanjang interval pertama, kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol alias kacamata. Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan terbesar di sepanjang kompetisi.
“Bagi yang penasaran kenapa sampai kalah banyak, sebelum laga dimulai kami sudah tahu jika kita kalah ataupun draw (imbang) tidak akan lolos putaran berikutnya,” kata Pelatih Persepam, Ibnu Jainur Rahman, Selasa (14/1/2025).
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab nasib tim kebanggaan masyarakat ditentukan tim lain yang memiliki peluang lolos menuju fase berikutnya, yakni Perssu Madura City dan Persesa Sampang. Kedua tim justru bermain imbang tanpa saling mengalahkan.
“Maka dari itu kami mengambil keputusan dan memberikan kesempatan bagi pemain muda (kelahiran 2006), dan alasan ini bukan untuk pembenaran tapi kita tunggu dua atau tiga tahun kedepan,” ungkapnya.
Memang pada laga melawan Perseba, Persepam sempat memberikan kemampuan terbaik dengan menahan imbang lawan sepanjang interval pertama. “Babak pertama kita bermain imbang, namun babak kedua kita sudah tidak berdaya,” jelasnya.
Dengan hasil tersebut, Perssu Madura City dan Persesa Sampang, dipastikan melaju menuju fase berikutnya berkat torehan 8 poin dari empat laga yang dijalani. Sementara Perseba dengan torehan 7 poin, Persepam 4 poin, dan Cahaya Madura Muda 0 poin, dipastikan gagal lolos dari fase grup. [pin/aje]






