Ponorogo (beritajatim.com) – Patung-patung di tengah perempatan jalan di Ponorogo kembali dilakukan pengecatan. Patung yang sebelumnya berwarna hitam, kini dicat dengan warna putih. Seperti terlihat di patung warok yang mengangkat tropi adipura di perempatan pasar legi dan patung yang berada di pertigaan ngepos.
Selain di perempatan atau pertigaan, pengecetan patung menjadi berwarna putih juga dilakukan di patung singa di lingkup kantor Pemkab Ponorogo. Pengecetan juga dilakukan patung-patung yang berada di depan paseban alun-alun Ponorogo.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyebut pihaknya saat ini sedang melakukan pembenahan. Hal itu dilakukan supaya Ponorogo menjadi kabupaten yang bersih, indah, beradab dan berbudaya. Menurutnya pergantian warna dari hitam ke putih untuk patung-patung itu hanyalah sebuah proses.
“Ini masih proses. Ini biar ramai, biar viral. Seperti apa nanti kita akan lihat,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (18/11/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-ponorogo”]
Dia menyebut jika warna itu yang terpenting adalah bahan dasarnya. Kalau kepingin seperti batu pualam itu yang berwarna putih. Sedangkan kalau kepingin seperti batu andesit ya menggunakan warna hitam. Yang terpenting, menurutnya jangan merubah patuh hingga dicat seperti manekin.
“Sekali lagi ini proses, jangan dilihat dulu. Belum final, kita sedang serius ini,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada akhir bulan Maret 2021 lalu, Pemkab Ponorogo melakukan pengecatan terhadap patung-patung di perempatan atau pertigaan kota Ponorogo. Jika sebelumnya coraknya warna-warni sekarang dicat ulang dengan warna hitam semua.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Sapto Djatmiko menampik anggapan telah menghilangkan ikon kota. Dia mengungkapkan pengecatan patung-patung di perempatan maupun pertigaan itu untuk dikembalikan warna asalnya natural, yakni warna hitam. Hal itu berdasarkan masukan dari beberapa seniman patung dan pemerhati perkotaan, untuk dikembalikan seperti awal berdirinya.
“Ini sesuai petunjuk dari Bapak Bupati Sugiri Sancoko. Beliau dapat masukan dari masyarakat yang bisa mengartikan filosofi patung, sebenarnya ya warna hitam,” kata Sapto, Jumat (26/3/2021).
Mendapatkan petunjuk dari Bupati, Sapto menyebut bahwa pihaknya langsung mengambil langkah untuk mengecat warna hitam seluruh patung yang ada di perempatan atau pertigaan. Diperkirakan ada 7 patung yang rencananya akan dicat seperti asalnya dulu.(end/ted)






