Ponorogo (beritajatim.com) – Misteri kematian Aji Saputra, pelajar 14 tahun asal Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, akhirnya terjawab. Polres Ponorogo menerima hasil autopsi dari Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur. Hasil pemeriksaan memastikan korban meninggal karena tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menjelaskan, autopsi menemukan sejumlah luka di tubuh korban. Luka tersebut berupa goresan yang diduga terjadi akibat benturan dengan dinding sumur. Luka itu pun bukan penyebab kematian. “Kesimpulan, luka muncul saat masih hidup dan masuk dalam air juga kondisi hidup,” kata AKP Imam Mujali, Kamis (12/2/2026).
Dari hasil autopsi, polisi menyimpulkan Aji Saputra menceburkan diri dalam keadaan hidup. Korban masih bernapas saat masuk ke dalam sumur tua. Penyebab kematian murni karena tenggelam. Tidak ada indikasi penganiayaan.
Terkait motif korban melompat ke sumur, polisi belum membeberkan secara rinci. Penyidik menyatakan fokus pada hasil medis dan fakta lapangan. Pihak keluarga juga telah menerima hasil pemeriksaan tersebut. Jenazah korban sudah dimakamkan di TPU desa setempat. “Kami berharap tidak ada kasus serupa terjadi,” tegasnya.
Sebelumnya, Aji Saputra dilaporkan hilang pada Jumat (6/2). Warga bersama aparat melakukan pencarian di sekitar desa hingga area hutan. Dua hari kemudian, Minggu (8/2) tengah malam, korban ditemukan mengambang di sumur tua sekitar 100 meter dari rumahnya.
Proses evakuasi dilakukan petugas gabungan dan melibatkan Basarnas Pos Trenggalek pada Senin (9/2) pagi. Peristiwa ini sempat mengundang perhatian warga sekitar. Sumur tua tersebut diketahui sudah lama tidak digunakan. Polisi memastikan kasus ini telah terang berdasarkan hasil autopsi. (end/kun)






